TPNPB Klaim Tembak Mati Pilot AS dan Bakar Pesawat di Yahukimo

TPNPB Klaim Tembak Mati Pilot AS dan Bakar Pesawat di Yahukimo

Gelora News
facebook twitter whatsapp
TPNPB Klaim Tembak Mati Pilot AS dan Bakar Pesawat di Yahukimo

GELORA.CO - 
Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) mengklaim telah menembak seorang pilot berkewarganegaraan Amerika Serikat. Mereka juga menyatakan telah membakar sebuah pesawat sipil di Kampung Balinggama, Distrik Sobaham, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, Kamis (2/7/2026).

Dalam siaran pers yang diterima Republika, Kamis, Juru Bicara TPNPB-OPM Sebby Sambom menyebut aksi tersebut dilakukan oleh pasukan TPNPB Kodap XVI Yahukimo. Kelompok itu mengidentifikasi pilot yang menjadi korban sebagai Nichloas F Goselin, warga negara Amerika Serikat.

TPNPB juga mengklaim telah membakar satu unit pesawat milik PT AMA. Menurut kelompok tersebut, tindakan itu dilakukan karena pesawat sipil dinilai melanggar ultimatum yang sebelumnya dikeluarkan TPNPB terkait larangan aktivitas penerbangan di wilayah yang mereka sebut sebagai daerah operasi.

Dalam pernyataannya, TPNPB menuduh pesawat-pesawat sipil kerap digunakan untuk mengangkut personel serta logistik militer Indonesia ke wilayah pedalaman Papua yang menjadi lokasi operasi keamanan.

“Seluruh wilayah operasi TPNPB di 36 Komando Daerah Pertahanan di seluruh Tanah Papua dengan tegas melarang aktivitas penerbangan karena pesawat-pesawat sipil selalu melakukan penerjunan pasukan dan logistik militer Indonesia di pedalaman Papua untuk melakukan operasi militer yang telah menewaskan banyak warga sipil orang Asli Papua,” kata Sebby.

Panglima TPNPB Kodap XVI Yahukimo, Brigjen Elkius Kobak, sebagaimana dikutip dalam siaran pers tersebut, mengklaim penembakan terhadap pilot dilakukan atas perintahnya. Ia menyatakan kelompoknya sebelumnya telah mengeluarkan larangan bagi pesawat sipil memasuki wilayah operasi TPNPB di Yahukimo.

TPNPB juga menyampaikan seruan kepada pemerintah Amerika Serikat, Belanda, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), dan Pemerintah Indonesia agar membuka ruang perundingan internasional untuk menyelesaikan konflik di Papua yang menurut mereka telah berlangsung selama puluhan tahun.

Selain itu, kelompok tersebut kembali memperingatkan maskapai dan pilot sipil agar tidak memasuki wilayah yang mereka kategorikan sebagai zona operasi. TPNPB mengancam akan melakukan tindakan serupa terhadap pesawat sipil yang dianggap membantu distribusi personel maupun logistik militer Indonesia di Papua.

Dalam pernyataan yang sama, TPNPB mengklaim pasukannya telah meninggalkan lokasi kejadian menuju arah Dekai dan meminta aparat keamanan tidak melakukan operasi terhadap warga sipil. Kelompok tersebut menyatakan aparat keamanan seharusnya mengejar pasukan TPNPB, bukan melakukan tindakan terhadap masyarakat.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak TNI, Polri, maupun otoritas penerbangan terkait klaim TPNPB tersebut. Republika juga belum memperoleh konfirmasi mengenai identitas korban, kondisi pilot, maupun informasi mengenai insiden yang disebut terjadi di Kampung Balinggama, Distrik Sobaham, Kabupaten Yahukimo.

Pernyataan TPNPB atas pembakaran pesawat di Kampung Balinggama, Distrik Sobaham, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, Kamis (2/7).

Kepala Kepolisian Resor Yahukimo Ajun Komisaris Besar Polisi Zet Salino mengiyakan kelompok kriminal bersenjata (KKB) membakar pesawat milik AMA di Kampung Balinggama, Distrik Sobaham, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, Kamis.

Menurutnya hingga kini belum diketahui kondisi dari pesawat AMA dengan kode penerbangan PK-RCY, termasuk nasib pilot dan penumpangnya, karena tempat kejadian perkara hanya dapat dijangkau dengan pesawat.

"Hingga kini kami masih mengumpulkan data terkait insiden tersebut, termasuk rencana evakuasi terhadap para korban," kata Kapolres ketika dihubungi Antara.

Ia mengatakan untuk mencapai TKP di Balinggama hanya dapat dijangkau menggunakan pesawat yang ditempuh sekitar 30 menit dari Dekai, ibu kota Kabupaten Yahukimo.

"Karena itu, kami masih terus mengumpulkan informasi terkait insiden tersebut, termasuk nasib pilot dan para penumpang pesawat," kata Zet Salino.

Data yang dihimpun Antara mengungkapkan pesawat yang dibakar KKB itu dipiloti Nicholas F Goselin, berkebangsaan Amerika Serikat. Pesawat itu terbang dari Wamena menuju Balinggama dengan membawa tujuh penumpang.

Ketujuh penumpang pesawat AMA tujuan Balinggama itu adalah Eston Sobolim, Kluenang Sobolim, Toni Balingga, ‎Elina Sobolim, Ona Sobolim, Lisenia Balingga, dan Vaince Amo Hoso.
BERIKUTNYA
SEBELUMNYA
Tambahkan jadi preferensi di Google