Profil Brigjen Wahyo Yuniartoto Eks Ajudan Presiden Prabowo, Dijuluki 'Bapak Matahari'

Profil Brigjen Wahyo Yuniartoto Eks Ajudan Presiden Prabowo, Dijuluki 'Bapak Matahari'

Gelora News
facebook twitter whatsapp

GELORA.CO
- Mengenal sosok Brigadir Jendral (Brigjen) Wahyo Yuniartoto dari Badan Intelijen Strategis Tentara Nasional Indonesia (BAIS TNI) yang juga dijuluki sebagai 'Bapak Matahari'

Lahir di Purbalingga, Jawa Tengah, pada 18 Juni 1979, Wahyo Yuniartoto merupakan lulusan Akademi Militer (Akmil) tahun 2001. 

Sosoknya dikenal memiliki rekam jejak panjang di korps baret merah, Komando Pasukan Khusus (Kopassus).

Di satuan elite tersebut, Wahyo pernah memegang berbagai posisi krusial, mulai dari Komandan Batalyon 14 Grup 1 Kopassus, Wakil Komandan Grup 2 Kopassus, Asisten Operasi Kopassus, hingga dipercaya menjadi Komandan Grup 2 Kopassus. 

Posisi-posisi ini menuntut kepemimpinan tangguh serta kematangan dalam operasi lapangan.

Selain di satuan elite, Wahyo juga matang di jalur teritorial. 

Ia sempat menjabat sebagai Komandan Kodim 0703 selama dua tahun, di mana ia sukses meraih predikat lulusan terbaik saat menempuh Pendidikan Komandan Kodim (2018).

Ia juga pernah menjadi Ketua Tim Pelatih di Resimen Induk Kodam XVIII/Kasuari dalam membina kemampuan prajurit.

Kedekatan serta kapasitasnya yang tepercaya membuat sosok Wahyo sempat terpilih menjadi ajudan Presiden Prabowo Subianto pada tahun 2024.

Penugasan krusial ini menempatkannya di lingkaran utama kepala negara untuk mengawal seluruh aktivitas kepresidenan.

Berprestasi di Dunia Olahraga, Akademik, dan Kemanusiaan


Di luar ketangguhannya sebagai prajurit komando, Wahyo Yuniartoto memiliki kepedulian tinggi di bidang kemanusiaan dan olahraga. 

Ia tercatat aktif memimpin berbagai operasi penanggulangan bencana, seperti penanganan erupsi Gunung Kelud (2014), bencana tanah longsor Jemblung (2014), hingga longsor di Cijeruk, Bogor (2018).

Di dunia olahraga nasional, Wahyo menorehkan prestasi sebagai bagian dari Tim Pencak Silat Indonesia yang meraih juara umum pada Kejuaraan Dunia di Malaysia tahun 2022. 

Kemampuannya dalam manajerial olahraga membuatnya kembali ditunjuk sebagai manajer tim pencak silat Indonesia pada pergelaran SEA Games 2023 di Kamboja.

Sisi akademis perwira penyuka bahasa Mandarin ini juga tidak kalah mentereng. Wahyo memegang gelar S1 Sarjana Ekonomi dari Universitas Terbuka (2013) dan gelar Magister (S2) dari Universitas Pertahanan dengan konsentrasi Strategi Pertahanan Darat (2016). 

Ia juga pernah menyabet juara pertama Lomba Karya Jurnalistik TMMD tingkat nasional pada 2019 untuk kategori Komandan Satugas.

Atas kiprahnya di lapangan, ia dijuluki “Bapak Matahari” oleh rekan dan anak buahnya.

Kini, dengan pangkat barunya sebagai Brigadir Jenderal, sosok yang sarat pengalaman dari lapangan, wilayah teritorial, hingga lingkungan istana kepresidenan ini diharapkan dapat memberikan kontribusi optimal bagi penguatan organisasi organisasi TNI ke depan.

Riwayat Pendidikan Lengkap


Pendidikan Umum:


  • SD Negeri 1 Bokol, Kemangkon, Purbalingga (1991)  
  • SMP Negeri 1 Kemangkon, Purbalingga (1994)  
  • SMA Negeri 1 Bukateja, Purbalingga (1997)  
  • S1 Universitas Terbuka - Prodi Fakultas Ekonomi (2013)  
  • S2 Universitas Pertahanan - Prodi Strategi Pertahanan Darat (2016)  

Pendidikan Militer:


  • Pendidikan Para Dasar (2000)  
  • Akademi Militer (2001)  
  • Kursus Dasar Kecabangan Infanteri (2001)  
  • Combat Intel (2002)  
  • Pendidikan Komando (2003)  
  • Kursus Perwira Sandhi Yudha (2004)  
  • Kursus Pandu (2005)  
  • Kursus Bahasa Mandarin (2006)  
  • Kursus Terjun Bebas Militer (2007)  
  • Kursus Perwira Jasmani Militer (2010)  
  • Sekolah Lanjutan Perwira II (2012)  
  • Kursus Dasar Perwira Intel BAIS TNI (2013)  
  • Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat / Seskoad (2016)
  • Pendidikan Komandan Batalyon Infanteri (2017)
  • Pendidikan Komandan Kodim (2018 - Lulusan Terbaik)
BERIKUTNYA
SEBELUMNYA
Tambahkan jadi preferensi di Google