Memanas Lagi, AS Serang Wilayah Selat Hormuz setelah Iran Tembakkan Rudal

Memanas Lagi, AS Serang Wilayah Selat Hormuz setelah Iran Tembakkan Rudal

Gelora News
facebook twitter whatsapp


GELORA.CO   – Ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran kembali meningkat setelah militer AS melancarkan serangan terbaru di kawasan Selat Hormuz pada Selasa (7/7) malam waktu setempat.

Serangan itu dilakukan setelah Iran dilaporkan menembakkan rudal ke sejumlah kapal komersial yang melintas di jalur pelayaran strategis tersebut.

Media pemerintah Iran melaporkan serangkaian ledakan mengguncang sejumlah wilayah di sekitar Selat Hormuz tidak lama setelah pengumuman operasi militer Amerika Serikat.

Kantor berita resmi Iran, IRIB, menyebut sedikitnya enam ledakan terdengar di Pulau Qeshm.


Selain itu, tujuh ledakan dilaporkan mengguncang Kota Sirik, sementara ledakan lain juga terdengar di Bandar Abbas, pelabuhan utama Iran yang berada di pesisir Selat Hormuz.

Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari pemerintah Iran mengenai tingkat kerusakan maupun kemungkinan korban akibat rentetan ledakan tersebut.

Sementara itu, pihak Amerika Serikat menyatakan operasi militer dilakukan sebagai respons terhadap serangan rudal Iran yang sebelumnya mengancam kapal-kapal komersial yang melintasi Selat Hormuz.

Jalur laut tersebut merupakan salah satu rute perdagangan energi paling penting di dunia karena menjadi lintasan utama distribusi minyak dari kawasan Teluk menuju pasar internasional.

Perkembangan terbaru ini memunculkan kekhawatiran bahwa konflik antara kedua negara kembali memanas, meskipun sebelumnya Washington dan Teheran telah menyepakati gencatan senjata untuk mengakhiri perang terbuka yang sempat berlangsung.

Kesepakatan tersebut sejatinya menjadi dasar dimulainya kembali jalur diplomasi antara kedua negara.



Namun, hingga kini proses negosiasi masih berlangsung dan belum menghasilkan kesepakatan yang mampu menyelesaikan berbagai persoalan utama yang menjadi sumber ketegangan.

Serangan terbaru di kawasan Selat Hormuz pun dinilai berpotensi memperumit proses perundingan sekaligus meningkatkan risiko gangguan terhadap keamanan pelayaran internasional di salah satu jalur perdagangan paling vital di dunia.



overlay-clevercloseLogo
"Serangan ini dilakukan sebagai respons atas rudal Iran yang mengancam kapal-kapal komersial di Selat Hormuz," demikian pernyataan militer Amerika Serikat sebagaimana dikutip media internasional.

Sementara itu, media pemerintah Iran melaporkan, "Enam ledakan terdengar di Pulau Qeshm, tujuh ledakan di Sirik, serta ledakan lainnya terjadi di Bandar Abbas."

Situasi di kawasan masih terus berkembang. Hingga saat ini belum ada indikasi kedua negara akan menghentikan proses negosiasi, namun eskalasi militer terbaru berpotensi menjadi tantangan serius bagi upaya perdamaian yang tengah berlangsung

Sumber: Wartakota 
BERIKUTNYA
SEBELUMNYA
Tambahkan jadi preferensi di Google