Jika Piala Dunia 2026 Tidak Diatur, Mengapa Warna Kembang Apinya Identik Bendera Argentina

Jika Piala Dunia 2026 Tidak Diatur, Mengapa Warna Kembang Apinya Identik Bendera Argentina

Gelora News
facebook twitter whatsapp

GELORA.CO
- Seorang Wanita Mengajukan Teori Konspirasi tentang FIFA Setelah Spanyol Kalahkan Argentina di Final Piala Dunia 2026, Video Viral

Sebuah unggahan viral di media sosial mengklaim bahwa kembang api pada Final Piala Dunia FIFA 2026 sudah disiapkan dengan warna Argentina, meskipun Spanyol yang akhirnya memenangkan trofi. Klaim ini langsung menjadi perbincangan hangat.

Unggahan tersebut dibagikan oleh Zara Quinn, seorang aktivis hak asasi manusia Palestina dan analis geopolitik di platform X (Twitter), pada Senin, 20 Juli 2026. Dalam hitungan jam, postingannya telah ditonton lebih dari 5,2 juta kali dan memicu kembali perdebatan apakah final Piala Dunia kali ini telah diatur mendukung Argentina sebelum Spanyol meraih kemenangan bersejarah.

Spanyol Juara Piala Dunia FIFA 2026


Spanyol dinobatkan sebagai juara dunia setelah mengalahkan Argentina di partai final. Kemenangan ini memicu perayaan besar-besaran di seluruh dunia, dengan tangis haru dan kegembiraan baik di stadion maupun di berbagai kota.

Di tengah euforia tersebut, tuduhan Zara Quinn justru mendapat perhatian luas. Ia mengklaim bahwa panitia sudah menyiapkan kembang api berwarna biru langit dan putih khas Argentina karena mengantisipasi kemenangan tim Amerika Selatan. Namun, kemenangan Spanyol justru membongkar persiapan tersebut.

Unggahan Zara Quinn berbunyi:  
“Jika Final Piala Dunia FIFA tidak diatur, mengapa warna kembang apinya adalah warna Argentina? Rencana mereka hancur oleh Spanyol.”

Meskipun unggahan menyebar cepat di berbagai platform, hingga saat itu belum ada pernyataan resmi dari FIFA maupun panitia penyelenggara yang menanggapi tuduhan soal kembang api.

Zara Quinn tidak menyertakan bukti foto atau video pendukung dalam unggahannya. Namun, banyak pengguna merasa pertanyaan tersebut layak dibahas.

Tuduhan ini sejalan dengan pola teori konspirasi yang kerap muncul di turnamen sepak bola besar, terutama yang melibatkan Argentina dan basis penggemar mereka yang sangat besar sejak kemenangan di Piala Dunia 2022 di Qatar.

Sementara itu, seorang pengguna X bernama MLordBebo membantah klaim tersebut. Ia menyatakan bahwa kembang api sebenarnya berwarna abu-abu, dan video yang viral telah disaturasi berlebihan. Ia menulis:  
“Kembang apinya sebenarnya abu-abu, dan video yang cepat viral itu sangat jenuh warnanya.”

BERIKUTNYA
SEBELUMNYA
Tambahkan jadi preferensi di Google