Iran Peringatkan Negara-Negara Arab Tak Bantu AS

Iran Peringatkan Negara-Negara Arab Tak Bantu AS

Gelora News
facebook twitter whatsapp


GELORA.CO  - Iran memperingatkan negara-negara Arab di kawasan Timur Tengah agar tidak membantu Amerika Serikat (AS) dalam konflik terbaru di Selat Hormuz. Teheran menegaskan setiap bentuk kerja sama dengan Washington bisa memicu konsekuensi serius, termasuk perluasan serangan terhadap pangkalan militer AS di wilayah negara-negara tersebut.

Dampak dari tindakan pembalasan tersebut akan dirasakan oleh negara yang terlibat.


Ketegangan meningkat setelah Presiden AS Donald Trump mengatakan negaranya kemungkinan akan mengambil alih operasional Selat Hormuz. Trump juga mengatakan AS ingin mendapat bayaran dari negara-negara lain sebagai imbalan atas pengamanan jalur pelayaran strategis tersebut.

Sementara itu, Iran menegaskan tidak akan mengizinkan AS ikut campur dalam pengelolaan Selat Hormuz. Serangan terbaru militer AS ke wilayah Iran pada Senin (13/7/2026) membuat Teheran kembali menutup total jalur perairan yang menjadi salah satu lintasan utama pasokan energi dunia tersebut.

 Washington yang berulang kali untuk ikut campur dalam pengelolaan Selat Hormuz telah sangat membahayakan keamanan kawasan,” demikian pernyataan Markas Besar Pusat Khatam Al Anbiya, seperti dikutip stasiun televisi IRIB.

Militer Iran menegaskan akan mengambil tindakan tegas terhadap setiap upaya yang dinilai mengganggu stabilitas di Selat Hormuz. Teheran menuduh AS telah membuat jalur pelayaran sendiri di luar rute yang ditetapkan Iran.


Menurut Iran, kapal-kapal yang menggunakan rute pilihan AS tidak mengajukan izin kepada militer Iran saat melintasi Selat Hormuz. Karena itu, kapal-kapal tersebut disebut berpotensi menjadi sasaran serangan.

Di sisi lain, Trump dalam wawancara dengan Fox News menyatakan AS siap menjaga keamanan Selat Hormuz, namun meminta kompensasi dari negara-negara yang memanfaatkan jalur tersebut.

"Kita akan menjaganya. Kita akan dibayar dengan uang dalam jumlah besar untuk menjaganya. Kita ingin mendapat penggantian biaya karena menempatkan prajurit-prajurit kita dalam bahaya," ujar Trump.

Sumber: inews 
BERIKUTNYA
SEBELUMNYA
Tambahkan jadi preferensi di Google