Heboh Kantor BGN Ditembak OTK, Polisi Pastikan Pecah karena Cuaca

Heboh Kantor BGN Ditembak OTK, Polisi Pastikan Pecah karena Cuaca

Gelora News
facebook twitter whatsapp

GELORA.CO
- Di tengah panasnya pereteruan antara Kejaksaan Agung vs Polri, jagad sosial media kembali dihebohkan kabar penembakan gedung kantor Badan Gizi Nasional BGN. Sebuah foto yang diunggah di akun @menuembegejelek menyebutkan dugaan pecahnya kaca kantor BGN di area lantai 2 yang diduga merupakan ruang kantor Kepala BGN pecah akibat ditembak orang tak dikenal (OTK).

"Min mau up penembakan di lingkungan Badan Gizi Nasional. Kronologi: Siang 9/7 sebuah kaca di gedung BGN tepatnya di lantai 2 ruangan Kepala Badan pecah diduga karena peluru. Tidak ada korban jiwa. Saat ini sedang dilakukan rekonstruksi oleh Kapolres Jakpus. Kemungkinan terkait Pacok V Parjo," demikian kutipan dari unggahan foto tersebut, Kamis (9/7/2026).

Pihak kepolisian sendiri dari Tim Inafis Polres Jakarta Pusat memang kemudian mendatangani kantor BGN di kawasan Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat pada siang hari itu juga. Namun, setelah dilakukan pemeriksaan, pihak kepolisian memastikan, insiden tersebut murni disebabkan oleh faktor alam dan teknis gedung.

Berdasarkan pantauan di lokasi, satu unit mobil Tim Inafis dari Polres Metro Jakarta Pusat tiba di kantor BGN sekitar pukul 14.20 WIB. Sekitar empat hingga enam personel kepolisian langsung bergegas masuk ke dalam area gedung untuk melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), memeriksa kerusakan, serta mengumpulkan dokumentasi.

Di bagian bawah bangunan, serpihan kaca tampak berserakan. Selama proses pemeriksaan berlangsung, awak media sempat dibatasi dan hanya diperbolehkan meliput dari area gerbang luar demi kelancaran investigasi menyeluruh.

Menanggapi rumor yang beredar, Polres Metro Jakarta Pusat segera memberikan klarifikasi resmi setelah merampungkan olah TKP. Polisi menegaskan bahwa tidak ada aksi penembakan di lingkungan Badan Gizi Nasional.

"Bukan (akibat penembakan)," kata Kasi Humas Polres Metro Jakarta Pusat, AKP Reynold, saat dikonfirmasi pada Kamis (9/7/2026).

AKP Reynold menjelaskan, retak dan pecahnya kaca setebal itu diduga kuat terjadi akibat adanya perbedaan suhu yang sangat ekstrem antara sisi luar dan dalam gedung. "Pecahan kaca di Gedung BGN diduga terjadi karena suhu panas di luar dan suhu dingin di dalam ruangan akibat penggunaan AC, sehingga terjadi pemuaian yang mengakibatkan kaca pecah," ujar Reynold.

Lebih lanjut, pihak kepolisian mengungkapkan, fenomena ini bukanlah yang pertama kali terjadi pada struktur bangunan tersebut. Berdasarkan keterangan resmi dari pengelola gedung, insiden kaca pecah akibat cuaca panas memang kerap terjadi secara berkala.

"Disampaikan pihak pengelola gedung, dalam satu tahun bisa terjadi satu hingga dua kali kaca gedung pecah saat musim panas atau kemarau," pungkas Reynold.
SEBELUMNYA
Tambahkan jadi preferensi di Google