GELORA.CO - Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab melontarkan kritik keras kepada mantan Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD. Kritik itu muncul setelah Mahfud menyatakan saat ini tidak ada lagi organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam yang menjalankan fungsi amar ma'ruf nahi mungkar.
Dalam ceramahnya yang beredar di media sosial, Habib Rizieq menilai pernyataan Mahfud bertolak belakang dengan sikapnya saat masih menjabat di pemerintahan. Ia mengingatkan bahwa FPI, yang menurutnya selama ini menjalankan fungsi amar ma'ruf nahi mungkar, justru dibubarkan ketika Mahfud masih menjabat sebagai Menko Polhukam.
"Ada satu mantan Menko Polkam, sekarang teriak. Apa dia bilang? Sekarang ini di Indonesia enggak ada organisasi yang amar ma'ruf nahi mungkar," ujar Habib Rizieq, dikutip Senin (27/7/2026).
Menurut Habib Rizieq, Mahfud semestinya tidak mengeluhkan absennya ormas yang aktif melakukan nahi mungkar karena FPI dibubarkan pada masa pemerintahannya.
"Nah kan lu yang bubarin, yang bubarin organisasi amar ma'ruf nahi mungkar, yaitu FPI, Front Pembela Islam," tegasnya.
Tak hanya itu, Habib Rizieq juga menyebut Mahfud kini terkesan ingin tampil sebagai "pahlawan kesiangan" dengan mengangkat isu tersebut setelah tidak lagi berada di lingkaran kekuasaan.
"Kenapa sekarang dia datang mau jadi pahlawan kesiangan? Jangan, jangan ngikutin," katanya.
Dalam kesempatan yang sama, Habib Rizieq turut menyinggung perubahan sikap sejumlah pejabat setelah tidak lagi menjabat. Ia mengimbau masyarakat agar tidak mudah terpengaruh oleh pernyataan mantan pejabat yang dinilai baru vokal setelah kehilangan jabatan.
"Ini pejabat-pejabat begini jangan diikutin, saudara. Jangan, dia karena enggak dapat kursi saja dia lagi marah-marah," ujarnya.
Sebelumnya, Mahfud MD dalam sebuah forum menyampaikan pandangannya mengenai peran ormas Islam di Indonesia. Menurutnya, fungsi nahi mungkar saat ini semakin jarang dijalankan.
"Perjuangan itu kan ada dua, amar ma'ruf memberi nasihat dan nahi mungkar, mencegah kemungkaran. Nahi mungkarnya tidak ada, semuanya memuji-muji," kata Mahfud.
Mahfud bahkan menyebut organisasi-organisasi besar seperti NU, Muhammadiyah, hingga MUI tidak lagi menjalankan fungsi kritik secara terbuka terhadap pemerintah. Ia menilai, peran nahi mungkar justru kini banyak dilakukan melalui podcast dan ruang-ruang diskusi publik.
Pernyataan tersebut kemudian memicu respons dari Habib Rizieq yang kembali menegaskan bahwa FPI selama ini hadir untuk menjalankan fungsi amar ma'ruf nahi mungkar sebelum akhirnya dibubarkan pemerintah pada akhir 2020.
