Dipolisikan PWI Atas Ucapan "Lu Punya Otak Nggak", Hotman Paris Singgung Wartawan Bodrex yang Tidak Punya Media

Dipolisikan PWI Atas Ucapan "Lu Punya Otak Nggak", Hotman Paris Singgung Wartawan Bodrex yang Tidak Punya Media

Gelora News
facebook twitter whatsapp


GELORA.CO  - Pengacara Hotman Paris Hutapea merespons laporan yang dilayangkan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat ke Polda Metro Jaya buntut pernyataan "Lu punya otak nggak". Hotman menegaskan, dirinya tidak pernah berniat menghina ataupun melecehkan organisasi wartawan, termasuk PWI.

"Dengan ini saya pertegas, saya tidak pernah menghina atau melecehkan organisasi wartawan. Tidak pernah menghina PWI dan sebagainya," kata Hotman dalam media sosial Instagram, Rabu (22/8).

Hotman menjelaskan, kronologi peristiwa yang terjadi usai dirinya mendampingi pemeriksaan mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah, pada Jumat (17/7). Menurutnya, saat hendak meninggalkan lokasi bersama tim kuasa hukum, ia mendapati banyak orang telah menunggu di balik pintu untuk meminta keterangan.

Ia mengaku sempat meminta bantuan petugas agar disediakan meja dan kursi untuk pelaksanaan doorstop karena kondisi kesehatannya belum pulih sepenuhnya setelah menjalani perawatan akibat saraf kejepit.


"Sehingga saya bilang kalau memang ada doorstop tanya jawab, tolong dong sama petugas minta meja karena dan kursi karena saya baru opname saraf kejepit dan masih sakit," tuturnya.


Menurut Hotman, orang-orang yang hadir saat itu tidak seluruhnya merupakan wartawan. Ia menyebut ada berbagai kalangan yang ikut berada di lokasi.

"Yang hadir itu banyak, ada yang pegang kamera, ada juga aktivis, ada juga mahasiswa, yang bukan wartawan, ada juga entah siapa itu yang sama sekali tidak menunjukkan dia wartawan," ucapnya.

Ia kemudian menceritakan bahwa setelah sekitar 10 menit melayani pertanyaan, seorang pria yang tidak memperkenalkan identitasnya terus melontarkan pertanyaan mengenai dugaan agenda tersembunyi sebuah institusi. Hotman mengaku telah menjawab bahwa dirinya tidak mengetahui hal tersebut karena hanya menjalankan tugas sebagai pendamping hukum.

"Saya bilang, saya tidak dalam posisi untuk menjawab salah atau tidak, saya hanya mendampingi BAP. Apakah dia punya agenda tersembunyi di lembaga tersebut atau tidak, saya tidak tahu. Tapi dia ngotot terus!" bebernya.

Karena merasa terus didesak, Hotman mengaku akhirnya melontarkan kalimat, "Lu punya otak tidak sih?" Meski demikian, ia menegaskan bahwa ucapan tersebut ditujukan kepada individu yang bertanya, bukan kepada organisasi atau profesi wartawan secara keseluruhan.

Hotman juga mengaku tidak mengetahui identitas orang yang berdebat dengannya karena yang bersangkutan tidak memperkenalkan diri ataupun asal organisasinya. Ia bahkan, menyinggung keberadaan sejumlah orang yang menurutnya bukan wartawan profesional.


"Saya tidak tahu dia dari organisasi mana, saya tidak pernah mengundang organisasi mana, juga saya tidak pernah mengundang PWI. Dia juga tidak memperkenalkan namanya, bahkan dari mana pun dia saya tidak tahu. Tapi di sampingnya banyak oknum-oknum yang tidak pegang kamera, ya, dan katanya juga banyak di sana yang wartawan istilahnya itu bodrex yang tidak punya media," ujar Hotman.

Lebih lanjut, Hotman pun menegaskan bahwa ucapannya murni ditujukan kepada lawan bicaranya secara pribadi.

"Artinya perorangan, tidak lembaga. Ya, perorangan. 'Lu punya otak tidak sih', artinya kamu pribadi. Saya tidak pernah menyerang atau melecehkan nama lembaga atau PWI atau lembaga organisasi mana pun. 'Lu punya otak tidak sih', itu karena saya didebat terus. Jadi itu adalah head-to-head pribadi ke pribadi," pungkasnya.

Sumber: jawapos 
BERIKUTNYA
SEBELUMNYA
Tambahkan jadi preferensi di Google