Trump Mau Pecat Menhan Hegseth dan Direktur CIA yang Menentang Perdamaian dengan Iran

Trump Mau Pecat Menhan Hegseth dan Direktur CIA yang Menentang Perdamaian dengan Iran

Gelora News
facebook twitter whatsapp
Trump Mau Pecat Menhan Hegseth dan Direktur CIA yang Menentang Perdamaian dengan Iran

GELORA.CO
-  Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dilaporkan tengah mempertimbangkan memecat beberapa pejabat senior lantaran mereka menentang kesepakatan perdamaian dengan Iran. Laporan itu dibuat oleh media Israel Hayom pada Selasa (16/6/2026).

Menurut sumber Israel Hayom dilansir Middle East Monitor, Trump sedang mengulas kemungkinan pejabat senior di level pertahanan dan intelijen. Mereka yang masuk dalam daftar pemecatan adalah Menteri Pertahanan Pete Hegseth dan Direktur CIA John Ratcliffe.

Hegseth dan Ratcliffe dilaporkan menentang nota kesepakatan (MoU) menuju perdamaian total antara AS dan Iran. Diketahui, MoU akan ditandatangani oleh AS dan Iran dalam sebuah acara di Swiss, pada Jumat (19/6/2026).

Pada Rabu, Donald Trump mengatakan bahwa yang akan ditandatangani pada pekan ini adalah baru sebatas MoU dan masih bisa berubah. "Jika saya tidak menyukainya, saya akan kembali dan menembaki mereka," kata Trump kepada wartawan di sela pertemuan dengan Presiden Mesir Abdel Fattah al-Sisi.

Trump mengingatkan bahwa jika pemimpin Iran "tidak bersikap baik", AS akan kembali "menjatuhkan bom-bom" di wilayah mereka.

Trump mengatakan pihaknya telah menandatangani kesepakatan awal soal perdamaian dengan Iran. Ia pun berharap Selat Hormuz akan kembali dibuka "sepenuhnya" untuk pelayaran komersial mulai Jumat (19/6/2026).

"Saya kira banyak hal luar biasa yang akan terjadi di kawasan Timur Tengah; yang paling penting adalah harga minyak turun signifikan dan pasar saham melesat naik seperti roket hari ini," kata Trump saat duduk bersama Presiden Prancis Emmanuel Macron saat pertemuan bilateral mereka sebelum Konferensi Tingkat Tinggi Kelompok Tujuh (KTT G7) dimulai di Evian-les-Bains, Prancis, Senin (15/6/2026).

Namun demikian, seorang pejabat senior AS—yang berbicara kepada media saat Trump menyampaikan pidato pembukaannya—mengatakan bahwa kecil kemungkinan lalu lintas di Selat Hormuz akan kembali normal dalam dua pekan.

Trump mengatakan draf nota kesepahaman dengan Iran mungkin akan dirilis dalam waktu dekat setelah Jumat (19/6/2026), ketika kedua negara akan meresmikan kesepakatan tersebut di Swiss. Dalam nota kesepahaman tersebut, Trump menambahkan bahwa Selat Hormuz—yang merupakan jalur pelayaran global sangat penting—akan bebas dari pungutan biaya dan dia tidak akan mempertimbangkan pelonggaran sanksi terhadap Iran sampai negara itu memenuhi kewajibannya.

Sehari setelah mengumumkan kesepakatan untuk menghentikan permusuhan, membuka kembali rute maritim, serta mencabut blokade angkatan laut AS terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran; Trump menegaskan kembali bahwa yang terpenting saat ini adalah Iran tidak akan memiliki senjata nuklir.
BERIKUTNYA
SEBELUMNYA
Tambahkan jadi preferensi di Google