GELORA.CO – Status sebagai istri seorang anggota korps kepolisian ternyata tak cukup menjadi perisai dari intimidasi keji dan teror di di ibu kota.
RL (40), seorang istri anggota Polri yang bertugas di Bareskrim Mabes Polri, kini harus hidup dalam bayang-bayang ketakutan.
Hal itu setelah RL mendapat ancaman pembunuhan dari lima Orang Tak Dikenal (OTK) di depan rumahnya sendiri.
Peristiwa mencekam di depan rumah RL tersebut terjadi di lingkungan RW 03 Kelurahan Bungur, Kecamatan Senen, Jakarta Pusat.
Tak kuat menahan trauma dan demi keselamatan nyawanya, RL resmi menyeret kasus ini ke ranah hukum dengan laporan nomor LP/B/1526/V/2026/SPKT POLRESMETROJAKPUS/POLDAMETROJAYA.
Ditongkrongi di Depan Rumah, Ditodong Benda Tajam
Nahas yang menimpa RL bermula pada Selasa siang (19/5/2026) sekira pukul 14.00 WIB.
Saat hendak masuk ke dalam rumah, langkahnya terhenti oleh kehadiran tamu tak diundang: tiga pria dan dua wanita misterius yang sudah menantinya di pekarangan.
Tanpa basa-basi, beberapa pelaku merangsek mendekati RL.
Mereka mendesak korban untuk mencabut sebuah laporan polisi terkait hilangnya barang inventaris Karang Taruna Kelurahan Bungur—sebuah perkara yang bahkan sama sekali tidak dipahami oleh RL.
Intimidasi verbal itu dengan cepat berubah menjadi aksi teror fisik yang mengerikan.
"Salah satu dari lima orang tersebut menempelkan sesuatu seperti pisau dan berkata, 'cabut laporan lo, atau gw bunuh lo, gw tidak takut biarpun suami lo anggota Polisi!'" ungkap RL dengan suara bergetar, Minggu (7/6/2026).
Baca juga: Prediksi Iran Benar, Kini Trump Ancam Meledakan Oman Apabila Tidak Patuh
Syok dan terkunci dalam rasa takut yang hebat, RL hanya bisa terdiam.
Mengingat suaminya yang jarang di rumah karena tuntutan tugas negara di Bareskrim, ia memilih langsung menyelamatkan diri ke dalam rumah demi menghindari pertumpahan darah.
Hidup dalam Penjara Ketakutan
Meski peristiwa itu sudah berlalu beberapa pekan, luka psikologis yang dialami RL belum juga pulih.
Ruang publik yang dulunya ramah kini terasa mencekam. Ia mengaku tak lagi berani melangkahkan kaki keluar rumah dan selalu didera kecemasan akut setiap kali melihat orang asing.
"Ya saya berharap pelakunya bisa segera ditangkap agar saya tidak selalu ketakutan," rintihnya penuh harap.
Hingga berita ini diturunkan, upaya konfirmasi telah dilakukan kepada Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat, AKBP Roby Heri Saputra.
Namun, pihak kepolisian belum memberikan respons terkait perkembangan perburuan lima komplotan penjahat yang nekat menantang institusi berseragam cokelat dengan mengancam membunuh istri anggota Bareskrim
Sumber: wartawan
