Keamanan dan keselamatan menjadi prioritas penting saat berkendara, baik secara mandiri maupun bersama rombongan. Maka sudah pasti keamanan bus wajib Anda perhatikan sebelum menggunakan atau menyewa.
Tujuannya yaitu untuk memastikan armada bus memiliki perlengkapan keamanan yang memadai untuk memberikan perlindungan bagi penumpang. Ketersediaan sistem keamanan yang sesuai standar juga dapat meningkatkan kenyamanan perjalanan.
Mari simak apa saja aspek penting dalam standar keamanan bus.
Standar Keamanan Bus
Supaya dapat mewujudkan perjalanan yang lancar dan nyaman, Anda perlu memeriksa dulu kesesuaian armada bus dengan standar keamanan. Berikut beberapa aspek utama keamanan bus:
1. Mematuhi Regulasi dan Legalitas Terbukti
Hal pertama yang perlu Anda periksa agar keamanan kita terjamin selama perjalanan adalah legalitas penyedia armada atau jasa sewa.
Penyedia armada yang telah mengantongi legalitas resmi membuktikan kepatuhan terhadap regulasi.
Hal ini juga menunjukkan profesionalitas dalam menyediakan media transportasi yang aman.
Adapun cara untuk mengecek legalitas bus adalah melalui aplikasi Mitra Darat dari Kemenhub. Anda bisa memasukkan nomor polisi bus untuk memeriksa apakah bus terdaftar.
Bus juga wajib memiliki izin operasi resmi dan menjalani uji kelayakan secara berkala. Uji kelayakan atau disebut juga sebagai uji KIR mencakup pemeriksaan menyeluruh terhadap komponen vital kendaraan.
Armada bus harus menjalani pemeriksaan setiap 6 bulan sekali untuk memastikan bus berada dalam kondisi yang prima.
2. Reputasi Penyedia Armada
Setelah mengecek legalitas, ada baiknya untuk memperhatikan reputasi penyedia armada bus.
Penyedia armada bus yang kredibel biasanya memiliki website resmi dan terbuka menerima feedback, berupa ulasan dan testimoni. Dari sanalah, Anda bisa mengecek reputasi serta kualitas pelayanan armada.
Usahakan untuk memilih penyedia armada yang telah memenuhi standar pelayanan minimal (SPM).
3. Fisik Bus dalam Kondisi Prima
Sebelum mengecek apa keamanan bus sudah memadai, perhatikan dulu kondisi fisik bus.
Pasalnya, kondisi fisik kendaraan tidak hanya menentukan kenyamanan, tapi juga berpengaruh signifikan terhadap tingkat keamanan.
Pengecekan kondisi fisik bus bisa Anda lakukan dengan pemeriksaan visual pada body bus, kabin, jok, dan ban.
Perhatikan juga adanya suara-suara berisik yang muncul saat mesin dinyalakan. Munculnya suara berisik patut Anda waspadai karena bisa mengindikasikan kerusakan yang berisiko mengancam keselamatan.
4. Tersedia Fitur Keselamatan Lengkap
Aspek selanjutnya yang perlu Anda perhatikan yaitu kelengkapan fitur keselamatan.
Untuk memberikan perlindungan dan kenyamanan optimal, bus perlu memiliki berbagai fitur keselamatan berikut:
● Sistem Pengereman ABS
Pengereman ABS (Anti-Lock Braking System) termasuk fitur keamanan yang berperan krusial bagi armada bus.
Sistem ini dapat mengurangi risiko kecelakaan dengan mencegah roda terkunci ketika melakukan pengereman mendadak.
● Sistem Stabilitas Elektronik
Fitur keamanan ini berfungsi untuk mendeteksi dan mengurangi risiko kehilangan kendali saat kendaraan berbelok tajam.
Cara kerjanya sendiri mengkombinasikan sensor untuk memantau pergerakan kendaraan dan pengereman otomatis.
● Pemantauan Tekanan Ban
Meskipun terlihat sepele, tekanan ban yang terlalu rendah atau terlalu tinggi bisa meningkatkan risiko terjadinya kecelakaan.
Sistem pemantauan tekanan ban bertugas memberi peringatan saat tekanan ban tidak sesuai.
● Pemberitahuan Kecelakaan Darurat
Seperti namanya, sistem pemberitahuan ini bertugas menginformasikan pusat pemantauan atau operator saat bus mengalami kecelakaan. Dengan begitu, penyedia armada bisa segera mengirimkan bantuan ke lokasi.
5. Ketersediaan Perlengkapan Darurat
Penyedia armada bus yang baik memaparkan aturan keamanan saat naik bus bagi penumpang. Termasuk menyediakan perlengkapan darurat dan memberitahukan cara penggunaannya.
Berikut beberapa perlengkapan darurat yang perlu tersedia dalam bus:
Sabuk Pengaman
Sabuk pengaman idealnya terdapat pada setiap kursi penumpang bus. Hal ini karena sabuk berperan penting untuk mencegah penumpang jatuh dari kursi saat situasi darurat.
Pintu dan Jendela Darurat
Pintu dan jendela darurat fungsinya sebagai jalur evakuasi cepat ketika terjadi situasi yang menyebabkan pintu utama terblokir.
Biasanya, terdapat mekanisme pembuka yang bisa dengan mudah dioperasikan.
Palu Pemecah Kaca
Palu pemecah kaca memiliki ujung lancip yang berfungsi untuk memecah kaca jendela saat terjadi situasi darurat. Umumnya, palu terletak dekat jendela atau pintu darurat.
Alat Pemadam Kebakaran Ringan (APAR)
APAR fungsinya adalah untuk memadamkan api kecil secepat mungkin. Alat darurat ini ditempatkan di lokasi yang mudah dijangkau oleh pengemudi dan kru armada, seperti bagian belakang bus atau kabin pengemudi.
Kotak P3K
Adanya kotak P3K memungkinkan penumpang bisa mendapatkan pertolongan segera untuk mengatasi cedera ringan. Kotak ini berisikan obat luka, perban, dan obat umum. Biasanya, kotak P3K terletak di tempat yang mudah diakses.
6. Sistem Keamanan Terbaru
Untuk mengoptimalkan perlindungan penumpang, penyedia armada bisa menerapkan bus security system modern.
Sistem keamanan ini dapat terdiri dari kamera pengawas, pelacakan kendaraan, dan pemantauan lintasan atau LDWS (lane departure warning system).
Pemasangan kamera dalam kabin bermanfaat untuk mendeteksi perilaku yang berpotensi membahayakan keamanan.
Sementara itu, pelacakan kendaraan mempermudah penumpang dan operator memantau rute bus.
Penerapan LDWS juga banyak dilakukan guna meminimalisir risiko kecelakaan akibat bus keluar jalur.
Tingkatkan Keamanan Armada Bus dengan Solusi Berteknologi Terkini
Keamanan bus sudah sewajarnya menjadi prioritas bagi penyedia armada. Untuk memberikan perlindungan yang lebih optimal, Anda bisa menerapkan sistem keamanan Hikvision.
Kami menghadirkan perlengkapan berteknologi terbaru untuk memperkuat sistem keamanan bus, termasuk gps monitoring system untuk kendaraan dan pemantauan rute dengan intelligent traffic system. Segera tingkatkan keamanan armada bus Anda bersama Hikvision.

