Semprot Netanyahu Lewat Telepon, Trump: Anda Bisa Masuk Penjara!

Semprot Netanyahu Lewat Telepon, Trump: Anda Bisa Masuk Penjara!

Gelora News
facebook twitter whatsapp
Semprot Netanyahu Lewat Telepon, Trump: Anda Bisa Masuk Penjara!

GELORA.CO
- Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dikabarkan meluapkan kemarahan serta melontarkan kata-kata kasar kepada Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu dalam sebuah percakapan via sambungan telepon, Senin (1/6/2026). Apa sebabnya?

Mengutip laporan Axios dari sejumlah sumber, ketegangan dipicu oleh ketidakpuasan Trump terhadap eskalasi militer Israel di Lebanon. Orang nomor satu di AS itu bahkan menyinggung masalah hukum yang membelit Netanyahu.

"Anda pasti sudah ada di penjara kalau bukan karena saya. Semua orang sekarang membenci Anda. Semua orang membenci Israel karena hal ini," ucap Trump kepada Netanyahu, merujuk pada proses hukum pidana yang tengah dihadapi PM Israel itu.

Lebih jauh, sumber tersebut menyebut Trump tidak ragu melabeli Netanyahu dengan sebutan 'gila' serta menggunakan kata-kata umpatan saat membentak pemimpin Israel tersebut dalam percakapan itu.

Persoalan Proporsionalitas Serangan


Trump dilaporkan menyadari ancaman serangan dari Hizbullah yang berbasis di Lebanon dalam beberapa hari terakhir. Namun, ia menilai respons yang diberikan Tel Aviv saat ini sangat tidak proporsional dan justru kontraproduktif terhadap upaya perdamaian yang ia dorong.

Sebagai informasi, Trump sebelumnya telah meminta Netanyahu untuk mengurangi intensitas serangan ke Lebanon. Hal ini berkaitan dengan kesepakatan gencatan senjata yang sempat diumumkan Trump pasca-pertemuan perwakilan Lebanon dan Israel di Washington pada 16 April lalu.

Namun, perjanjian tersebut terbukti rapuh. Israel terus melancarkan serangan harian terhadap puluhan permukiman di Lebanon selatan dan mempertahankan kendali tembakan di kawasan perbatasan. Sebagai balasan, kelompok Hizbullah tetap melancarkan operasi militer terhadap pasukan Israel.

Ancaman Baru dari Teheran


Di sisi lain, situasi kian pelik dengan munculnya reaksi keras dari Iran. Pada hari yang sama, Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, menegaskan bahwa Teheran akan menghentikan seluruh negosiasi dengan AS.

Iran bahkan mengancam akan mengambil tindakan tegas terhadap Israel jika rezim tersebut tidak segera menyetop aksi permusuhan di wilayah Lebanon. 

Situasi ini menempatkan upaya diplomatik Trump di bawah tekanan hebat, di mana ia harus menghadapi keras kepala Netanyahu sekaligus ancaman eskalasi terbuka dari Iran.
BERIKUTNYA
SEBELUMNYA
Tambahkan jadi preferensi di Google