Safari Politik Bukti Ambisi Jokowi Masih Besar

Safari Politik Bukti Ambisi Jokowi Masih Besar

Gelora News
facebook twitter whatsapp


GELORA.CO -Ritual menginjak kepala kerbau yang dilakukan Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) saat menerima gelar adat di Lampung memicu beragam tafsir politik. Prosesi tersebut dinilai bukan sekadar tradisi, melainkan juga mengandung pesan politik.

Prosesi tersebut dikaitkan dengan safari politik Jokowi bersama Partai Solidaritas Indonesia (PSI), terlebih karena berlangsung di Lampung yang secara elektoral dikenal sebagai basis Partai Gerindra dan menghadirkan simbol kepala kerbau yang identik dengan logo Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP).

Analis komunikasi politik Hendri Satrio alias Hensa menilai publik tidak perlu menafsirkan rangkaian simbol tersebut secara berlebihan. 


"Tidak perlu dipikirkan terlalu jauh. Singkat saja bahwa kita membaca masih ada ambisi yang sangat besar bagi seorang Jokowi di perpolitikan Indonesia," kata Hensa kepada RMOL, Senin, 29 Juni 2026.

Menurutnya, berbagai simbol yang muncul dalam safari politik Jokowi akan terus memunculkan spekulasi di ruang publik. Namun, pesan yang paling mudah ditangkap adalah keinginan Jokowi untuk tetap memiliki peran dan pengaruh dalam dinamika politik nasional.

Menurut Hendri, rangkaian aktivitas politik Jokowi belakangan ini semakin menguatkan anggapan publik bahwa Ayahnda dari Gibran Rakabuming dan Kaesang Pangarep tersebut belum benar-benar meninggalkan panggung politik nasional.

"Sehingga hanya membenarkan prediksi orang bahwa Jokowi tidak benar-benar pulang kampung," tukas Founder Lembaga Survei Kedai Kopi itu.

Sebelumnya, Jokowi menjalani prosesi adat saat menerima gelar "Baginda Pemuka Bangsa" di Lampung. Dalam prosesi tersebut, ia menginjak kepala kerbau yang diletakkan di atas karpet merah. Momen itu kemudian memicu berbagai tafsir politik karena berlangsung di tengah safari politik bersama PSI. 

Sumber: RMOL 
BERIKUTNYA
SEBELUMNYA
Tambahkan jadi preferensi di Google