Rupiah Tembus Rp18.000, Rocky Gerung Sebut Chatib Basri Figur Ideal Gantikan Menkeu Purbaya

Rupiah Tembus Rp18.000, Rocky Gerung Sebut Chatib Basri Figur Ideal Gantikan Menkeu Purbaya

Gelora News
facebook twitter whatsapp
Rupiah Tembus Rp18.000, Rocky Gerung Sebut Chatib Basri Figur Ideal Gantikan Menkeu Purbaya

GELORA.CO -
Wacana pergantian Menteri Keuangan kembali menjadi perbincangan hangat seiring melemahnya rupiah yang kini tembus Rp18.039 per Dolar AS.

Isu pergantian jabatan yang diduduki Purbaya itu, setelah muncul spekulasi mengenai kemungkinan masuknya ekonom senior Chatib Basri ke jajaran pemerintahan.

Dalam perbincangannya bersama jurnalis Hersubeno Arief di kanal YouTube Hersubeno Point, Jumat (5/6/2026) pengamat politik sekaligus akademisi Rocky Gerung mengaku mendengar berbagai keresahan terkait kondisi ekonomi Indonesia saat ini. 

Menurutnya, situasi tersebut membuat publik menaruh harapan besar pada sosok yang dinilai mampu mengembalikan kepercayaan pasar.

Rocky menyebut nama Chatib Basri sebagai salah satu figur yang memiliki kapasitas untuk menjawab tantangan tersebut.

"Banyak orang yang cemas dengan ekonomi Indonesia dan menginginkan ada kepastian. Nama Chatib Basri sudah beredar cukup lama karena dianggap punya reputasi dan kemampuan yang dibutuhkan," kata Rocky.

Menurut Rocky, posisi Menteri Keuangan (Menkeu) memiliki peran yang sangat strategis karena tidak hanya mengelola arus kas negara, tetapi juga menjadi wajah ekonomi Indonesia di mata investor global.

Ia menilai seorang Menteri Keuangan harus mampu memberikan sinyal positif kepada pasar sekaligus menjaga agar kebijakan ekonomi tidak terlalu dipengaruhi kepentingan politik jangka pendek.

Chatib Basri Dinilai Punya Reputasi Internasional


Rocky menyoroti rekam jejak Chatib Basri yang pernah menjabat Menteri Keuangan pada era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Selain itu, Chatib juga dikenal aktif di berbagai forum ekonomi internasional dan memiliki pengalaman akademik di lingkungan Harvard Kennedy School, AS.

Menurut Rocky, keunggulan Chatib bukan hanya terletak pada kemampuan teknis ekonomi, tetapi juga pemahamannya terhadap hubungan antara ekonomi, politik, dan keadilan sosial.

"Chatib Basri mengerti political economy analysis, bukan sekadar ekonomi moneter. Itu penting karena ekonomi tidak hanya soal angka dan model, tetapi juga menyangkut kepercayaan publik," ujarnya.

Ia menambahkan, reputasi internasional Chatib dapat menjadi modal penting untuk mengembalikan keyakinan investor terhadap arah kebijakan ekonomi Indonesia.

Tantangan Besar Menteri Keuangan


Dalam kesempatan itu, Rocky juga menyinggung beratnya tantangan yang dihadapi Menteri Keuangan saat ini.

Menurutnya, pelemahan kepercayaan pasar tidak bisa diselesaikan hanya melalui pendekatan moneter.

Ia menilai kondisi fiskal negara dan dinamika politik turut menjadi faktor yang sangat menentukan persepsi investor.

"Menjaga fiskal itu bukan hanya soal ekonomi, tetapi juga soal politik. Investor melihat apakah kebijakan pemerintah konsisten dan mampu dijalankan dengan dukungan politik yang memadai," katanya.

Karena itu, Rocky menekankan bahwa siapa pun yang memimpin Kementerian Keuangan harus memiliki determinasi kuat dalam menghadapi realitas ekonomi yang penuh tekanan.

Dukungan Politik Jadi Faktor Kunci


Meski menilai Chatib Basri memiliki kapasitas yang mumpuni, Rocky mengingatkan bahwa tantangan terbesar seorang Menteri Keuangan bukan hanya soal kompetensi teknis, melainkan dukungan politik.

Menurutnya, Menteri Keuangan membutuhkan legitimasi yang kuat agar dapat bernegosiasi dengan kementerian lain, menghadapi dinamika DPR, sekaligus menjaga kredibilitas kebijakan pemerintah.

"Isu utama bukan hanya kemampuan membuat model ekonomi. Yang lebih penting adalah kepercayaan publik terhadap Menteri Keuangan secara personal dan kepercayaan investor terhadap konsistensi kebijakan pemerintah," ujarnya.

Di tengah berbagai spekulasi yang berkembang, Rocky menilai Indonesia saat ini membutuhkan figur yang memiliki reputasi bersih, kemampuan teknokratis, serta keberanian mengambil keputusan untuk memulihkan kepercayaan terhadap perekonomian nasional.

Menurutnya, publik sedang menunggu langkah-langkah yang mampu menjawab kegelisahan ekonomi sekaligus memberikan arah yang lebih jelas bagi masa depan Indonesia.
BERIKUTNYA
SEBELUMNYA
Tambahkan jadi preferensi di Google