'Purbaya Bakal Dicopot dan Pindah Urusi BI', Rupiah Melemah dan Isu Makin Liar

'Purbaya Bakal Dicopot dan Pindah Urusi BI', Rupiah Melemah dan Isu Makin Liar

Gelora News
facebook twitter whatsapp

GELORA.CO
- Sebelum rupiah merosot hingga menembus level Rp18.000 per dolar AS pada hari ini, Presiden Prabowo Subianto diketahui telah menegur Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo dalam rapat di Istana Kepresidenan Jakarta pada 5 Mei 2026.

Saat rapat berlangsung, nilai tukar rupiah berada di kisaran Rp17.400 per dolar AS. Dalam pertemuan yang berlangsung sekitar satu setengah jam tersebut, Presiden mempertanyakan efektivitas kebijakan moneter Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas pasar keuangan dan menahan tekanan terhadap mata uang nasional.

Sejumlah langkah stabilisasi sebenarnya telah ditempuh Bank Indonesia untuk meredam gejolak nilai tukar. Upaya tersebut meliputi intervensi di pasar valuta asing, penguatan arus modal masuk, hingga pembatasan pembelian dolar AS tanpa underlying transaction.

Perry Warjiyo ketika itu menegaskan bahwa BI memiliki kapasitas yang memadai untuk menjaga stabilitas rupiah melalui dukungan cadangan devisa.

"Cadangan devisa kami lebih, cukup untuk melakukan stabilisasi rupiah," kata Perry.

Selain memperkuat intervensi di pasar valuta asing, Bank Indonesia juga menurunkan batas pembelian dolar AS menjadi maksimal US$25 ribu per orang setiap bulan.

Namun, berbagai langkah tersebut belum mampu menghentikan pelemahan rupiah. Nilai tukar mata uang Garuda terus mengalami tekanan hingga akhirnya menembus level Rp18.000 per dolar AS.

Situasi tersebut kemudian memunculkan spekulasi mengenai kemungkinan pergantian kepemimpinan di Bank Indonesia. 

Terbaru, beredar kabar bahwa Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa disebut-sebut sebagai kandidat yang akan menggantikan Perry Warjiyo sebagai Gubernur BI.

Berdasarkan dokumen yang diterima Warta Ekonomi, sumber yang disebut dekat dengan Purbaya menilai pelemahan rupiah terhadap dolar AS telah meningkatkan kerentanan bagi pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Sumber tersebut juga menyebut Purbaya berpandangan bahwa Perry terlalu konservatif dalam melakukan intervensi pasar untuk menstabilkan nilai tukar rupiah.

Selain itu, Purbaya dilaporkan pernah menyarankan kepada Presiden Prabowo agar Thomas Djiwandono ditunjuk sebagai Gubernur Bank Indonesia. Namun, usulan tersebut tidak diambil karena Presiden khawatir pasar akan memberikan respons negatif mengingat Thomas merupakan keponakannya.

Namun, di tengah berkembangnya spekulasi mengenai perombakan jabatan, Purbaya Yudhi Sadewa melalui pesan singkat membantah kabar yang menyebut dirinya akan dicopot maupun mengundurkan diri dari posisi Menteri Keuangan. 

"Enggak benar lah," hanya itu jawab Purbaya saat dikonfirmasi wartawan, Kamis (4/6/2026).
BERIKUTNYA
SEBELUMNYA
Tambahkan jadi preferensi di Google