Peringatan Tsunami Dampak Gempa, Warga Tarakan Panik Selamatkan Diri ke Tempat Tinggi

Peringatan Tsunami Dampak Gempa, Warga Tarakan Panik Selamatkan Diri ke Tempat Tinggi

Gelora News
facebook twitter whatsapp


GELORA.CO  – Peringatan tsunami yang dikeluarkan setelah gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 di wilayah Mindanao, Filipina, memicu kepanikan warga di kawasan pesisir Pantai Amal, Tarakan Timur, Kota Tarakan, Kalimantan Utara. Gempa terjadi pada Senin (8/6/2026) pagi.

Kepanikan terjadi pukul 06.37 Wita. Dalam sejumlah video yang beredar di media sosial, ratusan warga terlihat berhamburan keluar rumah untuk menyelamatkan diri setelah menerima informasi mengenai potensi tsunami.


Warga menggunakan kendaraan untuk menuju lokasi yang lebih tinggi dan menjauhi bibir pantai guna mengantisipasi kemungkinan datangnya gelombang tsunami.

Berdasarkan informasi yang disampaikan BMKG Tarakan, peringatan tsunami dikeluarkan menyusul gempa magnitudo 7,7 yang berpusat di wilayah Pulau Mindanao, Filipina. 


Getaran gempa juga dirasakan di sejumlah wilayah Kalimantan Utara, termasuk Mangkupadi, Tanah Kuning, Tarakan, dan Nunukan.

Meski tinggi gelombang yang diperkirakan hanya sekitar setengah meter, masyarakat tetap diminta waspada dan tidak panik dalam menghadapi situasi tersebut.


Untuk mengantisipasi dampak yang mungkin terjadi, tim gabungan dari BPBD Tarakan, Basarnas, TNI, dan Polri bersiaga di kawasan pesisir guna membantu masyarakat dan memantau perkembangan situasi.

Kepala BPBD Tarakan, Yonsep mengatakan bahwa status peringatan tsunami di wilayah Pantai Amal telah dicabut pada pukul 11.15 Wita setelah kondisi dinyatakan aman.

"Alhamdulillah sudha lewat dampak dari tsunami yang disampaikan oleh BMKG. Kami tetap waspada dengan kondisi gempa ini," ujar Yonsep.

Setelah status peringatan dicabut, warga diimbau kembali ke rumah masing-masing dan dapat melanjutkan aktivitas seperti biasa

Sumber: inews 
BERIKUTNYA
SEBELUMNYA
Tambahkan jadi preferensi di Google