GELORA.CO - Pengamat kebijakan publik Gigin Praginanto meminta publik untuk tidak menaruh harapan tinggi bahwa kasus dugaan korupsi program Makan Bergizi Gratis (MBG) akan diusut hingga ke akar-akarnya.
Menurutnya, penangkapan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana serta dua mantan Wakil Kepala BGN, Sony Sonjaya dan Lodewyk J. Pusung, bukanlah awal dari perburuan besar terhadap dalang utama di balik kasus tersebut.
"Jangan berharap penangkapan tiga pentolan BGN akan disusul dengan perburuan besar-besaran koruptor kelas kakap," tulisnya di akun X pribadinya, dikutip Kamis (11/6).
"Sudah menjadi tradisi di Indonesia, yang benar-benar masuk penjara cuma aktor lapangan. Biang malingnya bebas dan tetap berkuasa," imbuhnya.
Sebelumnya, kuasa hukum Sony Sonjaya, Elza Syarief, mengungkapkan ada 26 orang yang diduga terlibat dalam kasus korupsi MBG. Seluruh nama tersebut, menurutnya, tersimpan di ponsel milik Sony yang kini sudah disita penyidik Kejaksaan Agung.
Sony sendiri telah ditetapkan sebagai tersangka bersama mantan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana dan eks Wakil Kepala BGN Lodewyk Pusung.
"(Orang yang terlibat) 26 nama dan lain-lain jadi lebih. Tapi lebih karena untuk mengetahui semua, perlu ada datanya di handphone di mana handphone itu disita oleh penyidik," ungkap Elza, dikutip Minggu (7/6).
Elza menegaskan bahwa informasi mengenai nama-nama tersebut berasal langsung dari kliennya dan nantinya akan dituangkan dalam berita acara pemeriksaan (BAP).
Ia menyebut nama-nama itu bukan orang sembarangan, melainkan tokoh besar. Namun, Elza enggan merinci siapa saja yang dimaksud.
"Kami sudah minta untuk BAP-nya mem-backup keterangannya (Sony). Ada chatting ada di situ, ada di handphone-nya (Sony)," katanya.
