GELORA.CO - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memberikan penjelasan terkait beredarnya informasi di media sosial yang menyeret nama Wakil Ketua KPK, Fitroh Rohcahyanto, dalam dugaan korupsi di Badan Gizi Nasional (BGN). KPK menegaskan informasi tersebut tidak benar dan meminta publik tidak langsung mempercayai isu yang belum terverifikasi.
Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, mengatakan Fitroh Rohcahyanto tidak memiliki hubungan dengan pihak yang disebut dalam kasus tersebut, termasuk mantan Wakil Ketua BGN Sony Sonjaya.
“Pak Fitroh Rochcayanto tidak mengenal Sdr. Sony Sonjaya,” kata Budi Prasetyo kepada wartawan, Rabu (10/6).
Budi juga menjelaskan soal yayasan yang ikut dikaitkan dalam isu tersebut. Menurut dia, yayasan itu sudah berdiri jauh sebelum adanya program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang saat ini menjadi perhatian publik.
“Kemudian terkait Yayasan-nya, sudah dibentuk jauh sebelum adanya program MBG. Yayasan ini fokus bergerak dalam berbagai kegiatan sosial, seperti pemberdayaan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat sekitar,” ujar Budi.
KPK memastikan, Fitroh Rohcahyanto tidak memperoleh keuntungan pribadi maupun aliran dana dari aktivitas yayasan tersebut. Lembaga antirasuah itu menegaskan tidak ada manfaat materiil yang diterima Fitroh sebagaimana tuduhan yang beredar di media sosial.
“Pak Fitroh juga tidak menerima ataupun mendapatkan manfaat materiil dari aktivitas Yayasan tersebut,” tegas Budi.
Lebih lanjut, KPK meminta masyarakat untuk tidak mudah terpancing dengan informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya. Budi mengimbau publik lebih bijak dalam menyaring informasi, terutama yang beredar di media sosial dan belum memiliki dasar fakta yang jelas.
“Kami mengimbau agar masyarakat selalu mencermati dengan baik dan proporsional setiap informasi yang beredar di media sosial, yang belum teruji kebenarannya,” imbuhnya.
Fitroh Rohcahyanto tegaskan tak punya bisnis dapur MBG
Wakil Ketua KPK Fitroh Rocahyanto sebelumnya menanggapi kabar nama dirinya yang dikaitkan dengan dugaan korupsi di BGN. Sebab, nama Fitroh Rohcahyanto tercantum dalam daftar lebih dari 20 nama yang diduga disebut-sebut oleh mantan Wakil Ketua BGN, Sony Sonjaya.
Isu tersebut mencuat setelah beredarnya sebuah unggahan yang memuat daftar nama terkait kasus dugaan korupsi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Dalam unggahan itu tercantum nama "Fitroh Rohcahyanto (Wakil Ketua KPK)".
Fitroh menyesalkan namanya dikaitkan dengan dugaan korupsi di BGN yang tengah diusut Kejaksaan Agung (Kejagung). Ia menegaskan, dirinya sama sekali tidak mengenal Sony Sonjaya.
"Saya tidak kenal dengan Sony," ujar Fitroh saat dihubungi JawaPos.com, Rabu (10/6).
Pimpinan KPK berlatar belakang Jaksa itu menegaskan, dirinya sama sekali tidak pernah mengintervensi terkait titik dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG). Ia pun menyatakan, tidak memiliki bisnis dapur MBG.
"Tidak pernah membeli atau intervensi mendapatkan titik dapur, karena saya juga tidak berbisnis dapur," imbuhnya.
Sony Sonjaya ajukan justice collaboratore ke Kejagung
Dalam perkembangan kasus dugaan korupsi MBG, Sony Sonjaya mengajukan diri sebagai Justice Collaborator (JC) kepada Kejaksaan Agung (Kejagung). Melalui kuasa hukumnya, Elza Syarief, Sony disebut siap bekerja sama untuk membantu penyidik mengungkap pihak-pihak lain yang diduga terlibat.
“Yang tertulis 26 dan lain-lain, masih banyak lagi. Jadi, kan itu masih sifatnya, eh, pro-justicia, confidential,” ucap Elza kepada wartawan, Selasa (9/6).
Elza memastikan sejumlah nama yang dimaksud telah disampaikan Sony Sonjaya dalam pemeriksaan penyidik dan telah tercantum dalam berita acara pemeriksaan (BAP). Namun, ia belum bersedia mengungkap identitas pihak-pihak tersebut kepada publik karena masih dalam proses hukum.
