Diserang AS Lagi, Iran Tutup Selat Hormuz Tembak 2 Kapal Tanker

Diserang AS Lagi, Iran Tutup Selat Hormuz Tembak 2 Kapal Tanker

Gelora News
facebook twitter whatsapp


GELORA.CO  - Iran menutup Selat Hormuz dan menyerang dua kapal tanker minyak setelah kembali menjadi sasaran serangan militer Amerika Serikat (AS), Rabu (10/6/2026) malam waktu setempat. Langkah tersebut diambil Teheran sebagai respons atas serangan terbaru Washington yang memicu ketegangan lebih lanjut di kawasan Teluk.

Komando militer tertinggi Iran memperingatkan seluruh kapal yang melintas di Selat Hormuz, termasuk kapal tanker minyak dan kapal kargo, akan menjadi target serangan. Peringatan itu langsung diikuti aksi Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) yang mengumumkan telah menyerang dua kapal tanker minyak yang disebut melakukan pelayaran ilegal di jalur perairan strategis tersebut.


Serangan terhadap kapal-kapal di Selat Hormuz dilakukan tak lama setelah militer AS menggempur sejumlah wilayah Iran. Ledakan dilaporkan mengguncang Pulau Qeshm di Teluk Hormuz serta beberapa kota lainnya, termasuk Bandar Abbas dan Sirik.

Militer Amerika Serikat kembali melancarkan serangan ke Iran setelah Presiden Donald Trump mengancam akan mengambil tindakan lebih keras terhadap Teheran. Washington menuduh Iran mengulur-ulur waktu dalam perundingan untuk mencapai kesepakatan damai dengan AS.


Komando Pusat AS (Centcom) menyatakan operasi terbaru itu merupakan tindakan pertahanan diri sebagai tanggapan atas apa yang disebut sebagai agresi Iran yang berkelanjutan dan tidak beralasan.

Sebelumnya Trump melalui akun Truth Social menyatakan para pemimpin Iran terlalu lama bernegosiasi tanpa mencapai kesepakatan. Dia juga mengancam akan memperluas serangan dengan menargetkan infrastruktur penting, termasuk jembatan dan pembangkit listrik.


Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth kemudian menegaskan bahwa bom akan dijatuhkan ke fasilitas-fasilitas penting di Iran. Menurut dia, Teheran telah diberi kesempatan untuk mencapai kesepakatan namun gagal memanfaatkannya.

Hegseth menambahkan, Trump telah memerintahkan serangan lanjutan apabila tidak ada kesepakatan damai yang tercapai antara kedua negara.


Presiden Iran Masoud Pezeshkian menolak tekanan tersebut dan menegaskan negaranya tidak akan menyerah terhadap ancaman apa pun.

"(Iran) akan tetap teguh melawan tekanan atau ancaman apa pun," ujar Pezeshkian.

Sikap serupa disampaikan Kementerian Luar Negeri Iran yang menuding AS telah merusak proses diplomatik melalui pernyataan-pernyataan yang saling bertentangan. Ketegangan yang terus meningkat itu kini memicu kekhawatiran terhadap keamanan pelayaran dan pasokan energi global yang melintasi Selat Hormuz

Sumber: inews 
BERIKUTNYA
SEBELUMNYA
Tambahkan jadi preferensi di Google