Artis Fabiola Gabung Sindikat Penipuan Online Gajinya Tembus Rp30 Juta

Artis Fabiola Gabung Sindikat Penipuan Online Gajinya Tembus Rp30 Juta

Gelora News
facebook twitter whatsapp


GELORA.CO -Kasus dugaan penipuan online jaringan internasional yang beroperasi di Solo Baru, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, terus mengungkap fakta baru. 

Salah satu sorotan tertuju pada Fabiola Elizabeth Agnes, warga negara Jerman yang ditetapkan sebagai tersangka oleh Direktorat Reserse Siber Polda Jawa Tengah karena diduga terlibat dalam sindikat penipuan berkedok investasi kripto.

Kondisi ekonomi menjadi alasan mantan artis Fabiola  bergabung ke sindikat penipuan scamming model pig butchering. Dia melamar lewat lowongan yang ada di media sosial dan gajinya cukup banyak tergantung kinerja.




Kabid Humas Polda Jawa Tengah Kombes Artanto mengatakan, Fabiola atau F sudah bergabung dengan sindikat itu sejak Januari 2026. Fabiola melihat lowongan di TikTok dan Facebook.

"Yang bersangkutan melamar menjadi karyawan di PT Digi Konsultan tersebut karena ada lamaran lowongan lamaran kerjaan di Facebook dan TikTok," kata Artanto kepada wartawan, Kamis 3 Juni 2026.

Fabiola memiliki peran melakukan video call kepada calon korban dan menciptakan kedekatan. Setelah itu korban diarahkan untuk bergabung ke investasi yang ternyata bodong. Mantan istri Reza Smash itu digaji tergantung dari hasil menipu korban.

"Gajinya antara Rp7 sampai Rp30 juta kalau dikurskan rupiah. Gajinya itu dalam bentuk dolar. Namun ini variatif gajinya tergantung daripada hasil yang dia dapat dari korban," kata Artanto, dikutip dari RMOLJateng.

Saat ini polisi masih mendalami kasus tersebut. Termasuk mencari tahu apakah masih ada publik figur lain yang terlibat.

Untuk ketahui, Direktorat Siber Polda Jateng membongkar markas pig butchering di Solo Baru dengan target korban di luar negeri. Selama beroperasi setahun, sindikat ini meraup untung hingga Rp41 miliar dari 133 orang korban.

Puluhan orang ditetapkan sebagai tersangka yaitu 27 warga negara Indonesia, 4 warga negara Myanmar, dan 7 warga negara Nepal.

Sumber: RMOL 
BERIKUTNYA
SEBELUMNYA
Tambahkan jadi preferensi di Google