GELORA.CO - Niat mencari pekerjaan sampingan justru membawa petaka bagi seorang mahasiswi asal Nunukan, Kalimantan Utara. Perempuan berinisial MA, 20, itu menjadi korban penyekapan dan kekerasan seksual setelah terjebak modus lowongan kerja (loker) babysitter yang dipasang pelaku di Facebook (FB)
Peristiwa mengerikan tersebut terjadi di sebuah rumah sewaan kawasan perumahan elite di Kecamatan Tamalate, Kota Makassar. Pelaku berinisial FR diduga sengaja membuat jebakan berkedok lowongan pekerjaan untuk memancing korban datang seorang diri.
Kapolrestabes Makassar Kombes Pol Arya Perdana mengungkapkan, awalnya korban melihat unggahan lowongan kerja baby sitter di FB dan tertarik melamar karena ingin mendapatkan penghasilan tambahan.
Setelah berkomunikasi dengan pelaku melalui media sosial, korban diminta datang ke rumah sewaan yang telah disiapkan pelaku. Namun sesampainya di lokasi, pekerjaan yang dijanjikan ternyata hanya akal-akalan.
“Pelaku ini membuka lowongan pekerjaan, lalu korban datang. Setelah korban datang, lalu pelaku sampaikan bahwa pekerjaan babysitter baru beberapa hari mendatang,” ujar Arya, Minggu (17/5).
Selama menunggu pekerjaan dimulai, korban diminta tinggal sementara di rumah tersebut sambil membantu pekerjaan rumah tangga. Korban berada di lokasi sejak Sabtu (9/5) hingga Senin (11/5).
Petaka terjadi pada hari ketiga. Pelaku masuk ke kamar korban sambil membawa pisau cutter untuk mengancam. Dalam kondisi ketakutan, korban kemudian disekap dan mengalami kekerasan seksual berulang kali.
“Korban disekap, mulutnya dilakban, mata ditutup lakban, dan dirudapaksa beberapa kali,” ungkap Arya.
Tak hanya melakukan kekerasan seksual, pelaku juga membawa kabur uang dan telepon genggam milik korban sebelum melarikan diri meninggalkan rumah tersebut.
Dalam kondisi trauma dan tangan masih terikat, korban akhirnya berhasil menyelamatkan diri. Saat pelaku pergi, korban nekat kabur melalui jendela rumah dan berteriak meminta pertolongan warga sekitar.
Kanit Reskrim Polsek Tamalate AKP Abd Latif, mengatakan warga yang mendengar teriakan korban langsung melapor kepada polisi. Petugas kemudian bergerak menuju lokasi.
“Saat kami menerima informasi dari masyarakat bahwa diduga ada seorang gadis disekap di salah satu rumah, petugas langsung mendatangi lokasi tersebut,” kata Latif.
Saat ditemukan, korban berada dalam kondisi syok berat dengan tangan masih terikat. Polisi kemudian mengevakuasi korban dan memberikan pendampingan psikologis sebelum laporan resmi diproses di Unit PPA Polrestabes Makassar.
Dari hasil penyelidikan, polisi mengungkap pelaku ternyata menyewa rumah elite tersebut secara harian dengan tarif sekitar Rp 300 ribu per hari demi menjalankan aksinya.
Yang lebih mengejutkan, setelah kabur dari Makassar, pelaku diketahui kembali memasang loker palsu untuk mencari korban lain. Kali ini sasarannya di Surabaya.
“Pelaku juga sudah pasang iklan di Surabaya. Jadi setelah selesai di Makassar, dia ke Surabaya dan kembali buka lowongan kerja,” beber Arya.
Pelarian FR akhirnya terhenti setelah aparat gabungan Polrestabes Makassar dan kepolisian Surabaya berhasil menangkapnya di Pelabuhan Tanjung Perak sesaat setelah turun dari kapal.
Saat ini, polisi masih mendalami kemungkinan adanya korban lain yang pernah menjadi target modus loker palsu pelaku di berbagai daerah. (*)
