GELORA.CO - Perdana Menteri Benjamin Netanyahu menginstruksikan militer Israel merebut lebih banyak wilayah Gaza, yakni 70 persen. Saat ini Israel menguasai 60 persen lebih wilayah Gaza.
Israel kini mengendalikan sekitar 64 persen Jalur Gaza, wilayah kantong Palestina di pesisir Laut Mediterania. Luas itu meningkat dari sebelumnya 50 persen, justru setelah gencatan senjata berlaku pada 10 Oktober 2025. Ini berarti pasukan Israel terus melakukan ekspansi selama periode tersebut.
"Kita berada di angka 50 persen, naik menjadi 60 persen. Arahan saya adalah untuk bergerak ke... mari kita lakukan langkah demi langkah," kata Netanyahu, dalam konferensi di Tepi Barat, dikutip dari Anadolu, Jumat (29/5/2026).
"Pertama-tama, 70 persen. Mari kita mulai dengan itu. Kita menekan mereka (Hamas) dari semua sisi. Kita akan menangani sisa-sisanya," ujarnya, lagi.
Selama gencatan senjata, pasukan Zionis seharusnya mundur di belakang "Garis Kuning", batas kendali yang dibuat sepihak yang dibuat Israel. Berdasarkan peta militer, Garis Kuning membuat Israel memegang kendali sekitar 53 persen wilayah Gaza, sementara Hamas menguasai sisanya.
Israel secara sepihak memindahkan patok beton yang menandai Garis Kuning ke wilayah lebih dalam yang dikuasai Hamas.
Peta yang dikeluarkan militer pada Maret lalu menunjukkan, area terlarang bagi penduduk Gaza kini lebih besar lagi. Para pengamat menyebut, Isrel kini memegang kendali sekitar 64 persen wilayah Gaza.
Netanyahu berulang kali mengatakan, militer mengendalikan lebih dari 60 persen wilayah Gaza.
Dia awalnya berdalih Israel perlu merebut wilayah Gaza, Suriah, dan Lebanon untuk dijadikan zona penyangga guna mencegah potensi serangan. Namun pada praktiknya Israel semakin ekspansif, menguasai lebih banyak wilayah jajahan, termasuk di Lebanon
Sumber: iNews
