Kronologi 12 Jam Mati Lampu Massal se-Sumatera Akibat Transmisi Jambi Rontok

Kronologi 12 Jam Mati Lampu Massal se-Sumatera Akibat Transmisi Jambi Rontok

Gelora News
facebook twitter whatsapp
Kronologi 12 Jam Mati Lampu Massal se-Sumatera Akibat Transmisi Jambi Rontok

GELORA.CO -
Jaringan kelistrikan di sejumlah wilayah di Sumatera, termasuk Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Lampung berangsur pulih setelah dihantam pemadaman listrik massal (blackout) sejak Jumat (22/5/2026) malam.  Meski begitu banyak juga wilayah yang mengalami pemadaman listrik massal hingga 12 jam lebih akibat gangguan transmisi yang dipicu oleh cuaca buruk

Pihak PT PLN (Persero) mengungkapkan bahwa akar permasalahan kelumpuhan total ini dipicu oleh kerusakan pada infrastruktur transmisi utama yang berada di wilayah Provinsi Jambi akibat faktor cuaca.

Untuk memberikan gambaran yang jelas mengenai insiden berskala besar ini, berikut adalah kronologi lengkap dan mendalam terkait gangguan sistem kelistrikan interkoneksi Sumatera hingga proses penormalan yang berlangsung hingga Sabtu (23/5/2026) pagi.

Awal Mula Gangguan: Cuaca Buruk Hantam Transmisi Jambi


Petaka pemadaman listrik massal ini bermula pada Jumat, 22 Mei 2026, tepat pukul 18.44 WIB. Arus listrik secara mendadak terputus di berbagai titik di Sumatera Utara, membuat aktivitas masyarakat dan fasilitas publik sempat lumpuh seketika.

Berdasarkan investigasi dan penelusuran mendalam tim teknis di lapangan, sumber kelumpuhan sistem ini teridentifikasi berada jauh dari Sumut, yakni pada jaringan transmisi 275 kV yang menghubungkan jalur Muara Bungo hingga Sungai Rumbai di Kabupaten Bungo, Provinsi Jambi.

Manager Komunikasi dan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PLN UID Sumatera Utara, Darma Saputra, mengonfirmasi bahwa faktor alam menjadi penyebab utama di balik kegagalan fungsi sistem transmisi tersebut.

"Berdasarkan hasil penelusuran tim di lapangan, diketahui terdapat gangguan pada transmisi 275 kV Muara Bungo-Sungai Rumbai di Kabupaten Bungo yang disebabkan oleh cuaca buruk," ujar Darma saat memberikan keterangan resmi pada Sabtu (23/5/2026).

Dampak Sistemik Jalur Interkoneksi Sumatera


Sebagai informasi, sistem kelistrikan di Pulau Sumatera mengandalkan jalur interkoneksi regional yang saling terhubung. Ketika gardu transmisi bertegangan tinggi di Muara Bungo mengalami kendala serius, terjadi efek domino yang memisahkan subsistem kelistrikan antara wilayah Sumatera Bagian Utara dan Sumatera Bagian Tengah.

Terpisahnya jalur interkoneksi utama ini mengakibatkan lonjakan beban dan ketidakseimbangan pasokan daya secara drastis. Akibatnya, sistem proteksi otomatis pada pembangkit-pembangkit listrik langsung aktif dan memutus aliran secara mandiri demi mencegah kerusakan fatal pada mesin pembangkit. 

Hal inilah yang menyebabkan cakupan wilayah pemadaman meluas hingga ke beberapa provinsi tetangga, termasuk Aceh dan Riau.

Begitu titik krusial gangguan berhasil dipetakan, PLN langsung menerjunkan tim teknis gabungan ke lokasi kerusakan di Jambi untuk melakukan perbaikan darurat di sektor transmisi dan melakukan normalisasi secara pararel di sisi hulu pembangkit.

Update Blackout Sumatera: 60 Persen Listrik di Sumbar Pulih, Seluruh Gardu Induk Menyala


Upaya perbaikan yang dilakukan oleh petugas PLN sepanjang malam mulai menunjukkan hasil positif pada Sabtu (23/5/2026) dini hari. Pasokan arus listrik ke rumah-rumah pelanggan dialirkan kembali secara bertahap demi menjaga stabilitas beban listrik pada gardu induk.

Proses penormalan di setiap wilayah terpantau bervariasi:

Pukul 04.00 WIB: Sejumlah kawasan vital dan pemukiman padat di Kota Medan dilaporkan sudah mulai mendapatkan aliran listrik kembali secara normal lebih awal.

Pukul 08.00 WIB: Daerah penyangga seperti di Kecamatan Namorambe, Kabupaten Deli Serdang, aliran listrik baru dilaporkan sepenuhnya menyala kembali secara stabil setelah petugas memastikan pembebanan jaringan aman.

"Saat ini, gangguan pada jaringan transmisi utama tersebut telah berhasil diatasi dengan baik. Namun, proses pemulihan dan sinkronisasi masih terus kami lakukan secara bertahap, khususnya pada sisi pembangkit agar pasokan daya ke seluruh wilayah terdampak bisa kembali normal seratus persen," tambah Darma.

PLN Sampaikan Permohonan Maaf dan Imbauan Layanan


Mewakili manajemen PLN, Darma Saputra menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh lapisan masyarakat di Sumatera Utara atas ketidaknyamanan serta kerugian yang ditimbulkan akibat gangguan kelistrikan ini. Pihaknya menegaskan komitmen penuh untuk mempercepat pemulihan menyeluruh dengan tetap mengutamakan keselamatan kerja petugas di lapangan.

Masyarakat kini diimbau untuk tetap tenang mengingat proses normalisasi sisa penyulang masih terus berjalan di beberapa titik. Untuk transparansi informasi, PLN meminta pelanggan memanfaatkan teknologi digital dalam memantau situasi kelistrikan terkini.

"Kami sangat menyarankan masyarakat untuk tetap tenang dan terus memantau perkembangan proses pemulihan ini secara real-time. Semua informasi valid akan diperbarui secara berkala melalui aplikasi PLN Mobile serta kanal-kanal komunikasi resmi milik PLN lainnya," tutup Darma.
BERIKUTNYA
SEBELUMNYA
Tambahkan jadi preferensi di Google