Ke China, Trump Bawa Rombongan CEO Perusahaan Raksasa, Termasuk Elon Musk, Ada Apa?

Ke China, Trump Bawa Rombongan CEO Perusahaan Raksasa, Termasuk Elon Musk, Ada Apa?

Gelora News
facebook twitter whatsapp
Ke China, Trump Bawa Rombongan CEO Perusahaan Raksasa, Termasuk Elon Musk, Ada Apa?

GELORA.CO -
Presiden Donald Trump telah mendarat di Tiongkok untuk berdiskusi dengan Presiden China Xi Jinping. Kedatangan Trump ke China disambut dengan karpet merah dan deretan anak kecil yang melambaikan bendera kedua negara.

Penyambutan digelar meriah kendati kedua negara berseteru satu sama lain dari isu ekonomi hingga geopolitik Timur Tengah dan Kawasan Asia.

Kedatangan Trump ke China pun bukan kunjungan biasa. Tak tanggung-tangung, Trump membawa serta lebih dari 10 pemimpin bisnis ternama AS.

Menurut Trump, ia berada di Tiongkok untuk pertemuan luar biasa bersama para pengusaha/pengusaha wanita terhebat di dunia dan berencana untuk menyampaikan permohonan kepada Presiden Xi Jinping.

"Saya akan meminta Presiden Xi, seorang Pemimpin yang sangat terkemuka, untuk 'membuka' Tiongkok sehingga orang-orang brilian ini dapat menunjukkan kehebatan mereka, dan membantu membawa Republik Rakyat Tiongkok ke tingkat yang lebih tinggi," tulis Trump dalam unggahan Truth Social pada 12 Mei.

Trump tiba di Bandara Internasional Ibu Kota Beijing pada Rabu (13/5/2026). Ia datang disambut Wakil Presiden Tiongkok Han Zheng dengan iringan musik.

Presiden China mengundang Trump ke negara itu. Trump rencananya akan berada di China pada tanggal 13 hingga 15 Mei. Menurut Kementerian Luar Negeri China awalnya Trump dijadwalkan pergi ke China pada bulan April, tetapi perjalanan itu ditunda karena perang di Iran masih berlanjut.

Berdasarkan unggahan Truth Social milik Trump pada Selasa, 12 Mei, yang ikut dalam perjalanannya ke Tiongkok adalah:

  1. Jensen Huang (NVIDIA)
  2. Elon Musk (Space X, X, dan Tesla)
  3. Tim Cook (Apple)
  4. Larry Fink (BlackRock)
  5. Stephen Schwarzmann (Blackstone Inc.)
  6. Kelly Ortberg (Boeing)
  7. Brian Sikes (Cargill)
  8. Jane Fraser (Citi)
  9. Larry Culp (GE Aerospace)
  10. David Solomon (Goldman Sachs)
  11. Sanjay Mehrotra (Micron)
  12. Cristiano Amon (Qualcomm)

Sebagai salah satu pesaing ekonomi utama Amerika, Tiongkok telah bekerja sama erat dengan para pejabat dari musuh AS seperti Moskow dan Teheran.

Sementara itu di dalam negeri AS, para politisi telah berupaya untuk mengurangi ketergantungan pada produk-produk Tiongkok sejak pandemi virus corona. Pada tahun 2025, Trump dan Xi terlibat dalam perang dagang yang panjang.

Pada konferensi pers di Tiongkok pada 13 Mei, juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok, Guo Jiakun, menekankan pentingnya diplomasi kepala negara.

“Kami menyambut kunjungan kenegaraan Presiden Trump ke Tiongkok,” katanya.

“Selama kunjungan tersebut, kedua kepala negara akan melakukan pertukaran pandangan yang mendalam tentang isu-isu utama yang menyangkut hubungan Tiongkok-AS dan perdamaian serta pembangunan dunia.”

Merespons pernyataan Trump, Presiden Xi mengatakan bahwa pintu keterbukaan Tiongkok terhadap bisnis Amerika akan semakin terbuka lebar. Pernyataan itu disampaikan XI kepada para CEO Amerika pada Rabu.

Xi mengatakan perusahaan-perusahaan Amerika sangat dapat berpartisipasi dalam reformasi dan keterbukaan Tiongkok, dan kedua belah pihak mendapatkan manfaat dari hal ini.

Ia mengatakan Tiongkok menyambut baik AS untuk memperkuat kerja sama yang saling menguntungkan. Xi seperti dilansir Xinhua percaya bahwa bisnis Amerika akan memiliki prospek yang lebih luas di Tiongkok.

Trump mengatakan para pemimpin bisnis yang ia bawa semuanya menghormati dan menghargai Tiongkok dan ia mendorong mereka untuk memperluas kerja sama dengan negara tersebut. 

Trump memperkenalkan para pemimpin bisnis kepada Xi satu per satu. Para pelaku bisnis tersebut mengatakan mereka sangat menghargai pasar Tiongkok, berharap untuk memperdalam operasi mereka di Tiongkok dan memperkuat kerja sama dengan Tiongkok, tambah laporan itu.
BERIKUTNYA
SEBELUMNYA
Tambahkan jadi preferensi di Google