GELORA.CO -Apabila Ade Armando mundur dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI) sebagai sebuah strategi untuk memisahkan citra dirinya dengan citra partai, maka strategi itu sudah gagal sebelum dijalankan.
"Karena muncul pro-kontra justru di tubuh internal PSI itu sendiri," kata Direktur ABC Riset & Consulting, Erizal, dikutip Sabtu 16 Mei 2026.
Termasuk, strategi PSI tidak memberikan bantuan hukum terhadap Grace Natalie, karena menganggap kasus yang dilaporkan 40 Ormas IsIam itu adalah kasus pribadinya, bukan kasus partai.
"Dilihat dari sini, Agaknya PSI tak matang betul menyusun strateginya sendiri," kata Erizal.
Erizal mengatakan, mundurnya Ade Armando dan tidak diberikannya bantuan hukum terhadap Grace Natalie, merupakan strategi yang justru tak dipahami di tubuh internal PSI itu sendiri.
"Ini bukti bahwa PSI hanyalah partai kecil, belum ada sistem, baru sedang diusahakan solid," kata Erizal.
Erizal menambahkan, kasus yang menjerat Ade Armando dan Grace Natalie juga menjadi bukti bahwa mengubah citra partai tak semudah mengubah logo partai.
"Bahkan, tak hanya di tubuh internal PSI, antara PSI dan relawan Jokowi pun, mulai juga terjadi silang sengketa," pungkas Erizal.
Sumber: RMOL
