Ini Alasan Aliansi 40 Ormas Islam Tolak Laporan soal Ade Armando Cs Dilimpahkan ke Polda Metro

Ini Alasan Aliansi 40 Ormas Islam Tolak Laporan soal Ade Armando Cs Dilimpahkan ke Polda Metro

Gelora News
facebook twitter whatsapp


GELORA.CO - Aliansi 40 Ormas Islam menegaskan menolak pelimpahan laporan terhadap Ade Armando, Grace Natalie, dan Permadi Arya alias Abu Janda dari Bareskrim Polri ke Polda Metro Jaya. Pelaporan tersebut terkait dengan polemik narasi unggahan potongan video ceramah Wapres ke-10 dan 12 RI Jusuf Kalla (JK) terkait mati syahid.

Juru Bicara Aliansi Ormas Islam, Gurun Arisastra mengungkapkan alasan penolakan pelimpahan laporan terhadap Ade Armando Cs dari Bareskrim Polri ke Polda Metro Jaya.


"Kami melihat bahwa perkara ini situasi dimensi nasional yang sangat serius karena menyangkut kerukunan umat beragama," ucap Gurun dalam program Rakyat Bersuara bertajuk '40 Ormas Lapor Polisi, Ade Armando Cs Terancam Pidana?' yang disiarkan di iNews, Selasa (12/5/2026).

Dia menegaskan, pihaknya menilai pelaporan terhadap pernyataan Ade Armando Cs dalam podcast YouTube Cokro TV tidak sederhana dan perlu penanganan hukum di tingkat nasional.


"Bagi kami perkara ini tidak sederhana, ini perkara yang amat luar biasa dan penanganannya perlu pada tingkat nasional. Ini banyak yang melaporkan, baik di Bareskrim maupun daerah," kata dia.

Menurutnya, dengan banyaknya laporan terhadap Ade Armando Cs dari berbagai pihak, hal ini menandakan situasi nasional yang sangat penting.


"Apalagi ini menyangkut terkait dengan esensi pancasila, persatuan Indonesia, ini kan menyangkut kerukukan umat beragama, ini tentu perlu ditanggapi sangat serius dan bagi kami ini perlu ditangani Bareskrim," tuturnya.

Diketahui, Aliansi Ormas Islam yang diklaim terdiri atas 40 organisasi melaporkan pegiat Ade Armando, Abu Janda hingga Grace Natalie ke Bareskrim Polri. Laporan dilayangkan terkait beredarnya potongan video ceramah Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 Jusuf Kalla (JK) di UGM beberapa waktu lalu.


Mereka menuding para terlapor telah mem-framing atau mempengaruhi publik terkait ceramah JK. 

Menanggapi pelaporan itu, Ade Armando menegaskan dirinya tak bersalah. Dia mengklaim tak bermaksud mengadu domba atau memprovokasi pihak mana pun.


"Saya yakin juga laporan terhadap saya juga tidak akan dicabut nih, akan terus. Tapi saya merasa bahwa saya enggak bersalah kok. Saya tidak pernah mengadu domba, memprovokasi, menghasut siapa pun, bahkan untuk membenci JK nggak pernah. Jadi saya tetap yakin dengan sikap saya," ujar Ade.

Ade menilai, pelaporan terhadap dirinya terasa berbeda. Dia merasa ada serangan ke Partai Solidaritas Indonesia (PSI).

"Serangannya itu bukan hanya ke saya. Buat saya untuk pertama kalinya serangannya diarahkan kepada PSI. Nama PSI berulang kali disebut," ucap Ade

Sumber: inews 
BERIKUTNYA
SEBELUMNYA
Tambahkan jadi preferensi di Google