GELORA.CO - Pernyataan pengacara kondang Hotman Paris Hutapea kembali menjadi sorotan setelah ia menyentil mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Nadiem Anwar Makarim, yang belum lama ini dituntut 18 tahun penjara dalam kasus dugaan korupsi pengadaan laptop Chromebook.
Hotman diketahui pernah menjadi kuasa hukum Nadiem sebelum akhirnya memutuskan mundur dari perkara tersebut di tengah proses hukum berjalan.
Ia secara terbuka sempat menyatakan ingin fokus menangani klien yang sepadan dengan honor miliaran rupiah dan melontarkan sindiran yang mengisyaratkan ketidakcocokan terkait masalah honorarium.
Dalam pernyataan terbarunya di media sosial, Hotman pun kini kembali menyinggung soal pentingnya menggunakan pengacara berpengalaman dalam menghadapi perkara besar.
"Halo Nadiem, makanya ya sama pengacara itu harus benar-benar tidak boleh pelit," ungkap Hotman dikutip dari akun Instagramnya @hotmanparisofficial, Selasa (19/5).
Lebih lanjut, Hotman juga mengkritik tim media Nadiem yang masih menggunakan video lama dirinya saat masih menjadi kuasa hukum dalam kasus tersebut. Video yang dimaksud berkaitan dengan pernyataannya yang ingin bertemu Presiden Prabowo Subianto untuk menjelaskan perkara Chromebook.
"Kenapa video-video saya waktu saya masih kuasa hukumnya Nadiem sekitar 5-6 bulan lalu dipakai untuk sekarang ini menarik simpati publik? Video saya waktu itu yang mau menghadap bertemu dengan Bapak Presiden menerangkan kasusnya dan tim media Nadiem sekarang ini memakai istilah Hotman menantang Prabowo," ucap Hotman.
Ia menegaskan tidak pernah memiliki niat menantang Presiden Prabowo. Menurutnya, saat itu ia hanya ingin menjelaskan duduk perkara kasus yang menjerat kliennya.
"Saya tidak pernah menantang Prabowo. Saya waktu itu minta ketemu sama beliau sebagai sahabat saya, klien saya, dia sangat percaya sama opini hukum saya, makanya saya berusaha untuk ketemu tapi itu dulu waktu saya masih sebagai kuasa hukum Nadiem," ujarnya.
Hotman pun meminta tim media Nadiem berhenti memakai video lama tersebut karena dirinya sudah tidak lagi menjadi kuasa hukum mantan Mendikbudristek itu.
"Karena saya tahu Prabowo itu sangat pintar otaknya sangat cerdas tapi kenapa karena sesudah saya tidak kuasa hukum itu malah dipergunakan. Tim media jangan pakai video itu lagi dong aku kan bukan kuasa hukum Nadiem," tambah Hotman.
