GELORA.CO - Deddy Corbuzier mengaku menyesal pernah membela program unggulan pemerintahan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka, Makan Bergizi Gratis (MBG).
Pernyataan itu disampaikan Deddy dalam podcast bersama pakar hukum Feri Amsari, yang tayang di kanal YouTube-nya pada 11 Mei 2026.
Awalnya, Deddy sangat terkesan dengan MBG.
Ia menilai program ini memiliki tujuan mulia, yakni meningkatkan pemenuhan gizi masyarakat, khususnya anak-anak.
“Waktu itu saya bela mati-matian program MBG, karena menurut saya pribadi pada saat itu program ini mulia banget,” ungkapnya.
Namun, seiring berjalannya waktu, Deddy mengaku kecewa dengan implementasi program di lapangan.
Menurutnya, MBG kini melenceng dari tujuan awal.
Ia menyoroti beberapa masalah, seperti rantai distribusi yang berantakan, anggaran yang bocor, dan kurangnya pengawasan dan pilot project.
“Essentially memang bagus program ini, namun melihat di lapangan, supply chain yang berantakan, anggaran bocor di lapangan, nggak ada piloting,” tambah Deddy.
Ia menegaskan bahwa meski konsep dasar MBG tetap layak, proses eksekusi yang tidak tertata dengan baik berpotensi menghambat tujuan utama program.
Deddy juga menyinggung kasus viral mitra SPPG yang berjoget sambil memamerkan insentif harian Rp6 juta, yang menurutnya menunjukkan kurangnya kontrol dalam pelaksanaan program.
Dalam podcast tersebut, Deddy dan Feri Amsari sepakat bahwa ide penguasa seringkali bagus di atas kertas, tetapi kacau saat diimplementasikan.
Contohnya, Feri menolak IKN bukan karena konsepnya, tetapi karena cara mewujudkannya. Hal serupa dirasakan Deddy terhadap MBG.
Meski kecewa, Deddy menegaskan dirinya tetap mendukung tujuan MBG.
Ia berharap pemerintah memperbaiki sistem pengelolaan, distribusi, dan pengawasan, agar program bisa benar-benar bermanfaat bagi masyarakat.
