GELORA.CO - Pemerintah AS baru saja merilis video yang telah dideklasifikasi tentang sebuah objek berbentuk bintang yang bergerak aneh di langit, direkam di Timur Tengah pada tahun 2013. Objek tersebut hingga kini belum memiliki penjelasan resmi. (Foto: US Department of War)
Sebuah video hitam-putih yang berbutir-butir menunjukkan objek berbentuk bintang bergerak secara tidak teratur melintasi langit telah menjadi viral di internet. Namun, ini bukan adegan dari film fiksi ilmiah. Ini adalah rekaman militer AS yang telah dideklasifikasi, dan pemerintah mengakui belum memiliki penjelasan untuknya.
Pada 8 Mei 2026, Departemen Perang AS merilis kelompok pertama berkas UAP (Unidentified Anomalous Phenomena) yang dideklasifikasi di bawah arahan transparansi Presiden Donald Trump. Inisiatif ini bernama PURSUE (Presidential Unsealing and Reporting System for UAP Encounters).
Di antara puluhan dokumen yang dipublikasikan, ada satu yang langsung menarik perhatian semua orang: video inframerah berdurasi 1 menit 46 detik yang menampilkan objek berbentuk bintang delapan titik yang melayang dan bergetar di langit Timur Tengah. Video ini direkam pada tahun 2013 dan hingga saat ini masih belum terpecahkan.
Apa yang Sebenarnya Ditunjukkan oleh Video UFO Viral Ini?
Video tersebut secara resmi dikatalogkan sebagai DOW-UAP-PR38 oleh All-domain Anomaly Resolution Office (AARO), unit investigasi UAP pemerintah AS. Video ini ditangkap oleh sensor inframerah di platform militer AS yang beroperasi di Timur Tengah pada 1 Januari 2013.
Sensor inframerah tidak merekam cahaya tampak seperti kamera biasa, melainkan mendeteksi panas. Objek yang memancarkan atau memantulkan panas akan tampak terang terhadap latar belakang yang lebih dingin dan gelap. Inilah sebabnya video terlihat monokrom dan seperti hantu.
Menurut deskripsi resmi AARO, video menunjukkan area kontras yang menyerupai bintang delapan titik dengan lengan yang panjangnya bergantian. Sekitar detik ke-10, sensor melakukan zoom ke objek tersebut. Objek kemudian bergerak di dalam frame, meninggalkan jejak yang terlihat, sebelum keluar di bagian kanan bawah layar.
Setelah tampak ada pemotongan dalam rekaman, objek muncul kembali dan akhirnya keluar dari kiri atas frame. Tidak ada deskripsi saksi mata yang disertakan bersama rekaman ini. Kasus ini tidak memiliki data radar, tidak ada informasi sensor pendukung, dan tetap secara resmi belum terpecahkan.
Apakah UFO Berbentuk Bintang Ini Benar-Benar Alien?
Kemungkinan besar tidak, dan berikut alasannya.
Penjelasan ilmiah paling masuk akal adalah flare iluminasi parasut militer — jenis flare yang sering digunakan di zona konflik. Flare ini turun perlahan dengan parasut kecil, terbakar pada suhu sangat tinggi, dan melayang secara tidak teratur mengikuti angin. Ketika direkam oleh sensor inframerah, flare yang terbakar menghasilkan pola ledakan bintang persis seperti yang terlihat di video.
Lengan yang berdenyut dan memanjang bukanlah struktur fisik, melainkan hasil dari fenomena yang disebut thermal blooming, di mana sumber panas yang sangat kuat membebani detektor kamera sehingga menyebabkan pancaran keluar dalam bentuk bintang.
Banyak analis teknis mencatat bahwa jitter (goyang) ke samping, jejak panas yang terlihat, serta perilaku keseluruhan objek sangat sesuai dengan flare yang melayang, bukan pesawat eksotis.
Bagaimana dengan Berkas UFO Era Apollo?
Rilis pada 8 Mei juga mencakup berkas terkait program Apollo NASA, yang memicu kegembiraan besar di kalangan online. Namun, sejarawan luar angkasa dan penulis Amy Shira Teitel, yang dikenal karena karya dokumenternya tentang misi Apollo, dengan tegas membantah hype tersebut.
Teitel menjelaskan bahwa hampir setiap dokumen, foto, dan transkrip dalam bagian rilis ini sudah tersedia di arsip publik selama puluhan tahun dan dapat diakses oleh siapa saja yang mau mencari.
Contohnya, gambar Apollo 12 yang beredar sebagai wahyu UAP baru berasal dari arsip NASA yang sudah lama tersedia. Begitu pula dengan "Gemini 7 bogey" yang sudah didokumentasikan dalam sejarah resmi NASA tahun 1977.
Pada Apollo 17, puing-puing dari pemisahan roket S4B menyebabkan banyak partikel melayang di sekitar pesawat ruang angkasa, yang difoto kru. Semua gambar dan transkrip tersebut sudah dapat diunduh dari situs NASA selama puluhan tahun.
Rilis baru ini pada dasarnya hanya membungkus ulang materi lama yang sudah dipublikasikan dengan label UAP. Pembingkaiannya baru, tapi informasinya bukan.
Apakah Ini Bukti Kehidupan Alien yang Ditunggu Semua Orang?
Belum. AARO secara konsisten menyatakan bahwa dari ribuan kasus UAP yang ditinjau, tidak ada satu pun yang menghasilkan bukti verifiable tentang kehidupan atau teknologi ekstraterestrial.
Sebagian besar penampakan disimpulkan sebagai drone, balon cuaca, gangguan sensor, atau — seperti kasus ini — piroteknik militer.
Apa yang diwakili oleh rilis 8 Mei adalah pergeseran nyata dalam transparansi pemerintah. Berkasnya asli, rekamannya asli, dan fakta bahwa pemerintah kini mengatakan “ini yang kami rekam, dan kami masih belum bisa menjelaskannya” sudah sangat bermakna.
Kebenarannya, seperti biasa, masih di luar sana.
