GELORA.CO - Delegasi AS membuang semua hadiah dan barang pemberian dari pejabat China.
Adapun semua barang itu dibuang sebelum delegasi AS naik pesawat meninggalkan Beijing.
Presiden Donald Trump pun mengakui khawatir dimata-matai oleh China.
Delegasi AS membuang sejumlah barang dari China pada Jumat (15/5).
Hal itu bukan hanya sekadar alasan protokoler, melainkan berkaitan dengan potensi spionase, pelacakan, risiko keamnaan siber.
Arahan itu berlaku ketat bagi seluruh rombongan AS, termasuk staf Gedung Putih dan wartawan yang mengikuti kunjungan Trump ke China.
Barang-barang pemberian pejabat China dikumpulkan di dekat tangga pesawat, lalu dibuang ke tempat sampah sebelum rombongan meninggalkan Beijing.
Di satu sisi, Trump mengakui bahwa negaranya dimata-matai oleh China.
Oleh sebab itu, Trump menyebut AS juga memata-matai China secara habis-habisan.
"Anda tahu, apa yang mereka lakukan, kita juga lakukan. Kami juga memata-matai mereka habis-habisan (spy like hell)," ujar Trump.
Hal itu disampaikan Trump di atas Air Force One setelah meninggalkan Beijing pada Jumat (15/5).
Sementara pengakuan Trump menjadi sorotan lantaran Presiden AS jarang secara terang-terangan membahas operasi intelijen sendiri di depan publik.
