GELORA.CO - Garda Revolusi Iran telah merilis sebuah video yang menunjukkan tentara Iran merebut sebuah kapal di Selat Hormuz. Kapal kontainer it adalah salah satu dari dua kapal yang ditangkap Iran pada Rabu.
Dalam video itu diperlihatkan bagaimana kapal cepat tentara Iran bergerak merapat ke sisi tanker. Satu per satu, tantara yang mengenakan penutup kepala menaiki kapal dengan menggunakan tangga tali.
Tentara langsung menggedor masuk dalam kapal dan menyita tanker berbendera Liberia tersebt. Pada hari yang sama Iran juga menyita kapal berbendera Panama.
Langkah Iran ini boleh dibilang merupakan balasan atas gerakan militer Trump yang mencegat kapal-kapal milik atau terkait Teheran yang mendekat atau keluar dari pelabuhan Iran.
"Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengatakan bahwa kapal-kapal tersebut telah melanggar peraturan maritim dan memasuki jalur perairan strategis tanpa koordinasi," demikian menurut media pemerintah Iran.
Penangkapan ini menyusul kabar sebuah kapal perang Iran menembaki kapal kontainer di dekat Oman.
Badan pemantauan maritim Inggris mengatakan kapten kapal melaporkan bahwa kapal tersebut telah didekati oleh kapal IRGC sebelum tembakan dilepaskan.
“[Insiden itu] telah menyebabkan kerusakan parah pada anjungan. Tidak ada kebakaran atau dampak lingkungan yang dilaporkan,” tambah UKMTO.
Tidak ada korban jiwa yang dilaporkan, dan semua awak kapal dilaporkan selamat.
🚨⚡️ JUST ONE BOAT: IRGC SEIZES TWO GIANT SHIPS IN HORMUZ!
— RussiaNews 🇷🇺 (@mog_russEN) April 22, 2026
THE IRGC NAVY HAS RELEASED FOOTAGE SHOWING THE SEIZURE OF 'MSC FRANCESCA' AND 'EPAMINONDAS' IN A BOLD MARITIME OPERATION TODAY. pic.twitter.com/KefgzgrB0H
Selat Hormuz, yang dilalui sekitar seperlima pasokan minyak dunia, tetap menjadi salah satu jalur air yang paling strategis.
Tohid Asadi dari Aljazirah, melaporkan dari Teheran bahwa Langkah Iran ini sesuai dengan apa yang disampaikan IRGC sebelumnya, yang mengatakan bahwa setiap pelayaran kapal, perahu, atau tanker minyak melalui Selat Hormuz harus dengan izin dan koordinasi mereka.
Gencatan senjata
Trump sebelumnya mengumumkan akan menunda serangan militer yang direncanakan terhadap Iran setelah permintaan dari kepala angkatan darat Pakistan, Asim Munir, dan Perdana Menteri Shehbaz Sharif.
Dalam tulisannya di Truth Social, Trump mengatakan keputusan itu dibuat karena Pemerintah Iran 'sangat terpecah' dan membutuhkan waktu untuk menyampaikan posisi yang bersatu.
"Kami telah diminta untuk menunda serangan kami terhadap negara Iran sampai para pemimpin dan perwakilan mereka dapat mengajukan proposal yang bersatu," tulisnya.
Namun, ia menambahkan bahwa blokade angkatan laut AS terhadap pelabuhan Iran akan tetap berlaku dan mengatakan militer telah diperintahkan untuk tetap siap.
Kementerian Luar Negeri Panama telah membagikan pernyataan yang mengutuk penyitaan kapal MSC Francesca oleh Iran, sebuah kapal milik Italia yang berlayar di bawah bendera Panama.
“Kapal tersebut sedang melintasi Selat Hormuz ketika disita dan dibawa secara paksa ke perairan teritorial Iran,” kata kementerian tersebut dalam sebuah unggahan di X.
Kementerian itu menyebut tindakan Iran menimbulkan ancaman serius terhadap keamanan maritim dan merupakan eskalasi yang tidak perlu pada saat komunitas internasional mengadvokasi agar Selat Hormuz tetap terbuka.
