Viral Turis Rusia Diduga Lecehkan Wanita di Bali, Dicekik Warga Lokal hingga Pingsan!

Viral Turis Rusia Diduga Lecehkan Wanita di Bali, Dicekik Warga Lokal hingga Pingsan!

Gelora News
facebook twitter whatsapp


GELORA.CO
  - Video memperlihatkan seorang turis asing dicekik warga lokal di kawasan Uluwatu, Bali, viral di media sosial. Turis asal Rusia ITU diduga melakukan pelecehan seksual terhadap seorang wanita saat dalam kondisi mabuk.

Dalam rekaman yang beredar, pria tanpa baju terlihat tergeletak di jalanan sambil dicekik oleh seorang pria lokal yang diketahui bernama Belda Brig Sando, seorang petarung sekaligus pemilik sasana bela diri di Bali. Ia tampak menahan turis tersebut di tanah hingga wajah pria itu memerah dan nyaris tak sadarkan diri.


"Hormati warga lokal!" teriak Sando dalam video tersebut, ditujukan kepada turis yang saat itu tampak sudah tidak berdaya, dikutip dari New York Post, Rabu (1/4/2026).

Sejumlah warga dan turis lain terlihat mengerumuni lokasi kejadian. Salah satu di antaranya sempat mencoba meredakan situasi dengan mengatakan bahwa pria tersebut sudah pingsan. Namun, Sando tetap menegaskan bahwa tindakan itu dilakukan karena turis tersebut telah melewati batas.


"Dia mabuk, menyentuh seorang perempuan, dan tidak menghormati siapa pun," ujarnya.

Setelah beberapa saat, Sando akhirnya melepaskan cekikannya. Turis tersebut sempat tergeletak tak bergerak sebelum akhirnya siuman. Dalam kondisi linglung, pria itu terdengar meminta maaf dan mengaku berasal dari Rusia.


"Aku mengerti, aku mengerti," ucap si bule terbata-bata.


Klarifikasi Sando Berani Mencekik Bule Rusia di Bali

Menanggapi insiden tersebut, Sando juga menyampaikan klarifikasinya melalui media sosial. Ia mengakui emosinya sempat terpancing, namun menegaskan bahwa dirinya tidak memulai keributan.

"Dia mabuk, menyentuh orang, bahkan menampar kepala orang lain seolah itu hal normal. Tidak ada yang bereaksi sampai dia menyentuh teman saya. Saat itulah saya turun tangan," jelasnya.

Ia juga menyampaikan permintaan maaf atas tindakannya yang dinilai berlebihan, namun menekankan pentingnya sikap saling menghormati, terutama bagi wisatawan asing yang datang ke Bali.

"Saya mungkin salah, dan saya minta maaf. Tapi dia yang melewati batas terlebih dahulu," tambahnya.

Kasus ini terjadi di tengah meningkatnya sorotan terhadap perilaku wisatawan di Bali, khususnya di kawasan hiburan malam. Dalam beberapa waktu terakhir, sejumlah insiden yang melibatkan turis asing kerap viral, mulai dari perkelahian hingga pelanggaran norma setempat.

Pemerintah Provinsi Bali sendiri sebelumnya telah mengambil langkah dengan meluncurkan kampanye edukasi bagi wisatawan terkait etika dan aturan selama berada di Pulau Dewata. 

Gubernur Bali, Wayan Koster, menegaskan bahwa pedoman tersebut bertujuan menjaga pariwisata Bali tetap berlandaskan nilai budaya dan kearifan lokal.

"Ini untuk memastikan pariwisata Bali tetap menghormati, berkelanjutan, dan selaras dengan nilai-nilai lokal," ujar Koster

Sumber: inews 
BERIKUTNYA
SEBELUMNYA
Ikuti kami di Google Berita