Trump Klaim Menang, Usulkan Tarif Kapal di Selat Hormuz

Trump Klaim Menang, Usulkan Tarif Kapal di Selat Hormuz

Gelora News
facebook twitter whatsapp


GELORA.CO -Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, kembali mengklaim kemenangan dalam konflik melawan Iran. 

Dalam pernyataan terbarunya, ia juga mengemukakan ide kontroversial: mengenakan biaya tol bagi kapal yang melintasi Selat Hormuz.

Trump menyebut bahwa posisi AS sebagai “pemenang” memberinya legitimasi untuk menentukan aturan di jalur laut strategis tersebut.




“Bagaimana jika kita yang memungut biaya? Saya lebih suka itu. Kita adalah pemenangnya. Kita menang,” ujarnya kepada wartawan, dikutip dari Al Jazeera, Selasa 7 April 2026. 

Gagasan ini muncul di tengah situasi yang masih memanas. Meski Trump berulang kali menyatakan Iran telah kalah secara militer, kondisi di lapangan masih menunjukkan ketegangan tinggi. Serangan drone dan rudal dari pihak Iran dilaporkan masih berlangsung, sementara aktivitas pelayaran di Selat Hormuz terus mengalami gangguan.

Selat Hormuz sendiri merupakan salah satu jalur pelayaran paling vital di dunia, menghubungkan Teluk Persia dengan Samudra Hindia. Sebelum konflik pecah, sekitar 20 persen pasokan minyak dan gas alam cair (LNG) dunia melewati kawasan ini. Karena itu, setiap perubahan kebijakan di wilayah tersebut berpotensi berdampak besar pada ekonomi global.

Komentar terbaru Trump juga disertai tekanan terhadap Teheran. Ia mengeluarkan ultimatum yang disebut sebagai “terakhir”, menuntut Iran membuka kembali jalur pelayaran dan menyetujui syarat dari Washington. Jika tidak, ia mengancam akan memperluas serangan hingga ke infrastruktur sipil seperti jembatan dan pembangkit listrik.

Trump menegaskan bahwa kesepakatan apa pun harus menjamin kelancaran arus minyak dunia. “Kita harus mencapai kesepakatan yang bisa saya terima, dan bagian dari itu adalah lalu lintas minyak yang bebas,” katanya.

Di sisi lain, Iran justru mengisyaratkan pendekatan berbeda. Sejumlah pejabatnya menyatakan bahwa kondisi di Selat Hormuz tidak akan kembali seperti sebelum perang. Mereka bahkan mendorong pembentukan pengaturan baru yang melibatkan negara-negara di sekitar selat untuk mengelola jalur tersebut sekaligus melindungi kepentingan Iran. 

Sumber: RMOL 
BERIKUTNYA
SEBELUMNYA
Ikuti kami di Google Berita