Terungkap! Ini Tampang 2 Terduga Pembunuh Nus Kei Ketua Partai Golkar Maluku Tenggara

Terungkap! Ini Tampang 2 Terduga Pembunuh Nus Kei Ketua Partai Golkar Maluku Tenggara

Gelora News
facebook twitter whatsapp


GELORA.CO  - Polisi gerak cepat menangkap dua terduga pembunuh Ketua DPC Partai Golkar Maluku Tenggara Agrapinus Rumatora alias Nus Kei di Bandara Karel Sadsuitubun, Minggu (19/4/2026). Penangkapan dilakukan kurang dari 2 jam usai aksi penikaman brutal yang menewaskan korban.

Kedua pelaku diketahui berinisial HR (28) dan FU (36). Saat ini, keduanya tengah menjalani pemeriksaan intensif di Satreskrim Polres Maluku Tenggara untuk mengungkap motif di balik aksi penikaman tersebut.


Mengejutkannya, satu di antara pelaku yakni HR ternyata berlatar belakang atlet tarung bebas atau mixed martial arts (MMA). Fakta ini dibenarkan Kapolres Maluku Tenggara AKBP Rian Suhendi.

"Iya betul kalau dilihat sepertinya (pelaku HR) atlet (tarung bebas/MMA)," katanya, Minggu (19/4/2026).


Peristiwa tragis itu terjadi saat Nus Kei baru tiba dari Jakarta dan berjalan menuju pintu keluar bandara. Situasi mendadak berubah mencekam ketika dua pelaku mendekati korban dan melancarkan serangan menggunakan senjata tajam. Berdasarkan informasi, penikaman terjadi sekitar pukul 11.25 WIT. 

“Tiba-tiba korban ditikam oleh orang tidak dikenal menggunakan sebilah pisau. Terduga pelaku langsung melarikan diri usai kejadian,” ujar Kabid Humas Polda Maluku Kombes Rositah Umasugi, Minggu (19/4/2026).


Dalam video yang beredar, suasana di lokasi terlihat panik dan mencekam. Sejumlah orang tampak berhamburan saat insiden penikaman terjadi di area pintu keluar bandara tersebut.

Korban yang mengalami luka serius langsung dilarikan oleh keluarga ke RS Karel Sadsuitubun sekitar pukul 12.00 WIT untuk mendapatkan penanganan medis intensif. Namun, nyawa Nus Kei tidak tertolong meski sempat mendapatkan perawatan.


“Untuk motif, sementara masih dilakukan pendalaman oleh penyidik,” ujar Kombes Rositah.

Polisi memastikan proses hukum berjalan profesional dan transparan. Masyarakat pun diminta untuk tetap tenang dan tidak terprovokasi oleh isu yang beredar.


“Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat, khususnya keluarga besar korban dan simpatisan, untuk menahan diri dan mempercayakan penanganan kasus ini kepada Polri. Jangan ada aksi balasan yang dapat memperkeruh situasi. Saat ini situasi di Maluku Tenggara aman dan kondusif,” katanya

Sumber: inews 
BERIKUTNYA
SEBELUMNYA
Ikuti kami di Google Berita