Singapura Ingatkan Rivalitas AS dan China Bisa Picu Perang Pasifik

Singapura Ingatkan Rivalitas AS dan China Bisa Picu Perang Pasifik

Gelora News
facebook twitter whatsapp

GELORA.CO
- Ancaman konflik besar di kawasan Pasifik menjadi perhatian serius Singapura di tengah memanasnya rivalitas Amerika Serikat (AS) dan China.

Pemerintah Singapura menilai potensi perang di kawasan tersebut dapat memicu dampak global yang jauh lebih besar dibanding konflik yang terjadi saat ini.

Menteri Luar Negeri Singapura, Vivian Balakrishnan, mengingatkan eskalasi di Pasifik berpotensi menjadi titik krisis utama dunia ke depan.

“Jika mereka sampai berperang di Pasifik, apa yang terjadi di Selat Hormuz saat ini hanya pemanasan,” ujarnya.

Menurutnya, dinamika hubungan antara dua kekuatan besar tersebut akan sangat menentukan stabilitas global.

Termasuk bagi negara-negara di Asia Tenggara yang berada di jalur strategis perdagangan dunia.

Terutama Singapura, Indonesia, dan Malaysia yang memiliki kepentingan bersama di Selat Malaka.

Di tengah situasi tersebut, Singapura menegaskan tetap berpegang pada kepentingan nasional dan tidak terseret dalam rivalitas geopolitik.

“Mengutip Lee Kuan Yew, kami menolak untuk memilih. Kami akan menilai apa yang terbaik bagi kepentingan nasional jangka panjang,” kata Balakrishnan.

Ia juga menegaskan, negaranya tidak akan tunduk pada tekanan dari pihak mana pun, baik Washington maupun Beijing.

“Kami akan berguna, tetapi kami tidak akan dimanfaatkan,” tegasnya.

Balakrishnan menyoroti posisi Singapura yang memiliki hubungan ekonomi kuat dengan kedua negara justru menempatkannya pada titik sensitif.

AS memiliki investasi besar di Asia Tenggara, sementara Singapura menjadi salah satu sumber investasi asing penting bagi China.***
BERIKUTNYA
SEBELUMNYA
Ikuti kami di Google Berita