Rusia Peringatkan Iran: Gencatan Senjata Kamuflase Amerika Siapkan Serangan Darat

Rusia Peringatkan Iran: Gencatan Senjata Kamuflase Amerika Siapkan Serangan Darat

Gelora News
facebook twitter whatsapp
Rusia Peringatkan Iran: Gencatan Senjata Kamuflase Amerika Siapkan Serangan Darat

GELORA.CO - 
Dewan Keamanan Rusia dalam pernyataan dikutip TASS pada Rabu (15/4/2026) mengingatkan bahwa Amerika Serikat (AS) dan Israel diduga menggunakan gencatan senjata dan perundingan sebagai kamuflase mempersiapkan serangan darat terhadap Iran. Diketahui masa gencatan senjata akan segera berakhir pada awal pekan depan.

"Amerika Serikat dan Israel bisa menggunakan negosiasi damai untuk mempersiapkan operasi darat terhadap Iran, di mana Pentagon terus menambah jumlah pasukan AS di kawasan," demikian pernyataan resmi Dewan Keamanan Rusia.

Dewan Keamanan Rusia merujuk pada Pusat Komando Gabungan dari Angkatan Darat AS, yang mengungkap bahwa telah ada 50 ribu pasukan Amerika di kawasan, termasuk 2.500 marinir dari Korps Ekspedisi ke-11, lebih dari 1.200 prajurit dari Divisi Penerjun ke-82, dan pasukan khusus Delta dan Resimen Ranger ke-75.

"Juga ada sekitar 500 unit pesawat dari Angkatan Udara AS di lapangan udara di Timur Tengah, termasuk lebih dari 250 pesawat taktis, juga lebih dari 20 kapal dari Angkatan Laut AS. Seperti dinyatakan oleh Presiden AS Donald Trump, pasukan ini tetap berada di posisi 'dekat Iran' hingga Teheran memenuhi tuntutan yang diajukan oleh Washington," tambah pernyataan Dewan Keamanan Rusia.

"Pengerahan dari Divisi Penerjun ke-82 ke Timur Tengah berlanjut. Kelompok penyerang amfibi dipimpin oleh kapal USS Boxer dengan 2.500 marinir dan satu kapal induk USS George H.W. Bush sedang bergerak menuju wilayah konflik. Waktu tiba di Laut Arab diperkirakan sama dengan masa dua pekan gencatan senjata."

Sebelumnya, AS dan Iran dilaporkan mencapai sebuah "kesepakatan prinsip" untuk memperpanjang gencatan senjata. Menurut laporan Associated Press, mengutip beberapa pejabat di kawasan, kedua belah pihak telah mencapai kesepakatan meski saat ini tengah terjadi pemblokadean maritim yang diumumkan oleh Presiden AS Donald Trump, pada Ahad (12/4/2026) lalu.

Diketahui, masa gencatan senjata dua pekan yang berlaku saat ini akan kedaluawarsa pada 22 April 2026.

"Blokade AS terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran dan ancaman-ancaman baru oleh Iran telah membahayakan perjanjian, tapi pejabat kawasan pada Rabu mengatakan bahwa mereka membuat kemajuan, kepada Assocated Press bahwa Amerika Serikat dan Iran telah emmberikan sebuah 'kesepakatan pinsip' untuk memperpanjang untuk memperbolehkan diplomasi tambahan," menurut Assocated Press berdasarkan laporan Samy Magdy, Sam Mets, dan Munir Ahmed.

Sebelumnya Presiden AS Donald Trump mengatakan dirinya tidak menimbang untuk memperpanjang masa gencatan senjata dengan Iran. Hal itu diungkapkan oleh jurnalis ABC News Jonathan Karl dilansir Anadolu, Selasa (14/4/2026). Menurut Karl, Trump tidak berpikir bahwa perpanjangan gencatan senjata dibutuhkan lagi oleh AS.

"Saya pikir anda akan melihat sesuatu yang luar biasa dua hari ke depan," kata Trump.
BERIKUTNYA
SEBELUMNYA
Ikuti kami di Google Berita