Politikus Senior PAN Bicara Peluang Pramono Anung di Pilpres 2029, Beda Pergerakan dengan Anies

Politikus Senior PAN Bicara Peluang Pramono Anung di Pilpres 2029, Beda Pergerakan dengan Anies

Gelora News
facebook twitter whatsapp
Politikus Senior PAN Bicara Peluang Pramono Anung di Pilpres 2029, Beda Pergerakan dengan Anies

GELORA.CO -
Gubernur Jakarta, Pramono Anung, menjadi salah satu nama yang diperhitungkan pada perhelatan Pilpres 2029 mendatang.

Kursi Jakarta 1 kerap menjadi batu loncatan untuk meraih panggung politik nasional. Setidaknya hal itu tergambar dari Jokowi dan Anies Baswedan.

Jokowi yang baru terpilih menjadi Gubernur Jakarta pada 2012, dan mengundurkan diri pada 2014, lalu maju Pilpres dan akhirnya menjadi Presiden dua periode 2014-2024.

Sementara, Anies Baswedan, mendulang elektabilitas tinggi setelah satu periode memimpin Jakarta 2017-2022.

Namun, saat dirinya maju sebagai capres pada Pilpres 2024 bersama Muhaimin Iskandar, Anies kalah dari Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka.

Pramono Anung dinilai memiliki kans yang sama. Kerap menjadi sorotan mengurus Ibu Kota, terbuka jalan bagi Pramono untuk maju pada Pilpres 2029.

Politikus senior Partai Amanat Nasional (PAN), Drajad Wibowo, mengamini adanya peluang bagi Pramono untuk berkontestasi di level presiden.

Terlebih, Pramono merupakan kader senior PDIP, partai besar dengan raihan kursi parlemen terbanyak hari ini.

"Kita tidak bisa menyepelekan peluang Mas Pram," kata Drajad di program Gaspol, Youtube Kompas.com , dikutip Selasa (28/4/2026).

Kendati demikian, Drajad belum melihat Pramono bermanuver, atau mulai berkeliling memperkenalkan diri menaikkan popularitas untuk bertarung.

Menurut Drajad, jika memang direstui PDIP, Pramono akan lebih sering tampil di muka publik.

"Tapi nanti kalau memang katakanlah nih ya Ibu Mega (Ketua Umum PDIP) dan teman-teman PDIP katakanlah memutuskan Mas Pram tampil ya itu nanti kita langsung tahu kok. Teman-teman media juga akan langsung tahu kan nanti, pasti timnya akan sering menghubungi media kalau sudah saatnya tampil," ujarnya.

Memang Drajad melihat ada beda pergerakan antara Pramono dengan Anies Baswedan pada masa awal jabatannya sebagai Gubernur Jakarta.

Pramono cenderung enggan tampil dan tetap bicara pada lingkup Jakarta.

"Mas Anies dulu itu kan ketika Gubernur DKI langsung menasional kan. Nah, kalau Mas Pram kan apa, lebih hati-hati dia. Jadi, ya saya belum melihat Mas Pram disiapkan atau menyiapkan diri untuk konstelasi nasional," jelasnya.
BERIKUTNYA
SEBELUMNYA
Ikuti kami di Google Berita