Pengakuan Sopir Taksi Green SM Usai Sebabkan Kecelakaan KRL: Mobil Tiba-tiba "Ngonci" di Tengah Rel

Pengakuan Sopir Taksi Green SM Usai Sebabkan Kecelakaan KRL: Mobil Tiba-tiba "Ngonci" di Tengah Rel

Gelora News
facebook twitter whatsapp

GELORA.CO
- Sorotan publik terhadap kecelakaan kereta di Bekasi Timur, Senin (27/4) malam turut mengarah pada pengakuan sopir taksi Green SM yang videonya viral di media sosial. Dalam rekaman tersebut, sang sopir mengaku mobilnya tiba-tiba terkunci (mati) saat berada di tengah perlintasan rel.

Dalam video yang beredar, sopir terlihat dalam kondisi syok sesaat setelah kejadian. Ia menjelaskan bahwa kendaraannya mendadak tidak bisa dijalankan ketika berada tepat di jalur kereta.

“Ini ngonci langsung, jadi kita mau jalanin nggak bisa. Pas posisi kereta lewat, mobil mati,” ujar sopir tersebut dalam rekaman video yang beredar luas di media sosial.

Pengakuan itu memicu perhatian luas karena diduga menjadi awal gangguan perjalanan KRL Commuter Line yang kemudian berujung pada tabrakan dengan rangkaian KA Argo Bromo Anggrek.

Menanggapi kejadian tersebut, Green SM Indonesia sebelumnya sempat memberikan klarifikasi resmi terkait keterlibatan kendaraan mereka dalam insiden itu.

Dalam pernyataannya, Green SM memastikan bahwa mobil yang terlibat tidak sedang membawa penumpang saat kejadian berlangsung. Perusahaan juga menegaskan bahwa pengemudi berhasil menyelamatkan diri sebelum tabrakan terjadi.

“Green SM Indonesia menaruh perhatian penuh pada terjadinya insiden di area perlintasan dekat Stasiun Bekasi Timur pada 27 April 2026, yang melibatkan satu kendaraan Green SM dan kereta yang melintas,” demikian keterangan resmi perusahaan.

“Pada saat kejadian, tidak terdapat penumpang di dalam kendaraan dan mitra pengemudi dapat keluar dengan selamat sebelum terjadinya tabrakan,” lanjut pernyataan tersebut.

Peristiwa ini bermula ketika sebuah kendaraan taksi diduga mengalami gangguan saat melintas di perlintasan rel. Mobil tersebut kemudian berhenti di tengah jalur, yang memicu KRL Commuter Line menabraknya hingga berhenti.

Tak lama kemudian, KA Argo Bromo Anggrek yang melaju di jalur sama menabrak bagian belakang KRL, menyebabkan kecelakaan beruntun yang menelan korban jiwa dan luka.

Hingga kini, Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) masih melakukan investigasi untuk mengungkap penyebab pasti insiden tersebut. Fakta-fakta di lapangan, termasuk kondisi kendaraan taksi, menjadi bagian penting dalam proses penyelidikan.
BERIKUTNYA
SEBELUMNYA
Ikuti kami di Google Berita