GELORA.CO -Korban tewas akibat serangan brutal pasukan Israel ke Lebanon bertambah menjadi 254 orang hingga Kamis (9/4/2026) pagi waktu setempat.
Pertahanan Sipil Lebanon juga mengungkap, 1.165 orang lainnya luka akibat serangan udara Israel.
Pasukan Pertahanan Israel (IDF) melancarkan serangan besar-besaran ke beberapa wilayah Lebanon, termasuk Ibu Kota Beirut, pada Rabu (8/4/2026). Jet-jet tempur Israel menyerang beberapa lingkungan di jantung Kota Beirut, yakni Mazraa, Manara, Ain Al Mraiseh, dan Barbour.
Serangan juga menargetkan delapan lingkungan di pinggiran selatan Lebanon yang menghancurkan gedung-gedung permukiman.
Kelompok Hizbullah Lebanon menjanjikan pembalasan atas serangan tersebut. Kelompok yang didukung Iran tersebut akan menghujani wilayah-wilayah Israel dengan roket-roket.
Komisaris Tinggi PBB untuk HAM Volker Turk mengecam serangan besar-besaran Israel ke Lebanon. Dia menyebut sulit dipercaya serangan mematikan itu terjadi hanya beberapa jam setelah tercapainya kesepakatan gencatan senjata Israel dan Iran.
Serangan brutal Israel ke berbagai wilayah di Lebanon pada Rabu (8/4/2026) disebut sebagai salah satu yang paling mematikan dalam waktu singkat. Dalam sehari, bahkan beberapa jam saja, sedikitnya 182 orang tewas dan 722 lainnya luka akibat gempuran di sejumlah titik.
"Skala pembunuhan dan kehancuran di Lebanon hari ini sungguh mengerikan," ujar Turk.
Menurut otoritas Israel, sekitar 100 serangan dilancarkan hanya dalam waktu 10 menit. Intensitas serangan yang sangat tinggi itu menyebabkan banyak korban berjatuhan serta membuat fasilitas kesehatan kewalahan menangani lonjakan pasien
Sumber: inews
