Jumlah Korban Tewas Kecelakaan KRL-Argo Bromo di Bekasi Bertambah, Mia Citra Jadi Korban ke-16

Jumlah Korban Tewas Kecelakaan KRL-Argo Bromo di Bekasi Bertambah, Mia Citra Jadi Korban ke-16

Gelora News
facebook twitter whatsapp

GELORA.CO -
KAI merilis jumlah korban tewas tragedi kecelakaan KRL dan KA Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur menjadi 16 Orang. 

Korban meninggal dunia ke-16 yakni perempuan berusia 25 tahun atas nama Mia Citra. 

"Kami sampaikan bahwa hari ini satu korban yang sebelumnya dirawat intensif telah meninggal dunia. Atas nama Mia Citra," ujar Vice President (VP) Corporate Secretary KAI Commuter, Karina Amanda, kepada wartawan, Rabu, 29 April 2026. 

KAI menyampaikan belasungkawa atas peristiwa yang telah merenggut nyawa 16 penumpang KRL di Stasiun Bekasi Timur. 

"Kamit urut berduka dan berbelasungkawa bahwa penumpang atas nama Mia Citra meninggal dunia di RSUD Bekasi," tambahnya.

Mia Citra sempat dirawat di rumah sakit pascakecelakaan. Dia sempat menjalani perawatan intensif di ruang ICU sebelum meninggal dunia.

Terpisah, Dirut RSUD Bekasi Ellya Niken Prastiwi turut membenarkan satu korban meninggal dunia.

Hingga saat ini, sebanyak 22 orang yang masih dirawat. Dia menyebut korban yang dirawat telah menjalani operasi.

"Hari ini, per hari ini, pasien yang dirawat di kami adalah ada 22. Satu baru datang tadi di IGD gitu. 22 ini, yang di ICU ada tiga dan, qadarullah, satu baru saja meninggal," katanya.

Polisi Merilis Korban Terbaru


Sebelumnya, Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto mengatakan hingga Rabu (29/4/2026) siang, total korban tewas tercatat 16 orang.

Peristiwa tragis ini kini tengah didalami oleh Polda Metro Jaya untuk mengungkap penyebab pasti kecelakaan yang melibatkan taksi online, KRL, dan kereta jarak jauh Argo Bromo Anggrek.

"Pertama, kami menyampaikan belasungkawa yang mendalam kepada seluruh korban. Saat ini penyidik masih mendalami rangkaian kejadian secara komprehensif," katanya kepada awak media, Rabu 29 April 2026.

Berdasarkan penyelidikan awal, kejadian bermula dari sebuah taksi online yang mengalami gangguan dan berhenti di perlintasan sebidang Jalan Ampera, Bekasi Timur.

Kondisi tersebut menghambat laju KRL yang melintas dan memicu gangguan operasional.

"Tidak lama kemudian, rangkaian KRL yang sempat berhenti itu ditabrak dari belakang oleh KA Argo Bromo Anggrek yang tengah melaju dari arah Surabaya Pasar Turi," ujarnya.

Benturan keras tak terhindarkan, menyebabkan kerusakan parah pada rangkaian kereta serta menimbulkan banyak korban.

Dari total 106 korban, sebanyak 90 orang mengalami luka-luka. Sebanyak 44 korban telah diperbolehkan pulang, sementara 46 lainnya masih menjalani perawatan intensif di sejumlah rumah sakit.

Sementara itu, korban meninggal dunia bertambah menjadi 16 orang setelah satu korban dinyatakan meninggal di RSUD Kota Bekasi.

"Korban meninggal dunia bertambah satu orang. Kami berharap tidak ada lagi penambahan korban," paparnya.

Pihak kepolisian masih menelusuri berbagai kemungkinan penyebab kecelakaan, termasuk dugaan kelalaian manusia (human error) maupun gangguan sistem komunikasi dalam operasional kereta api.

"Kami akan dalami apakah ini terkait human error atau kendala sistem. Semua akan ditelusuri melalui pemeriksaan saksi, barang bukti, dan olah TKP," jelasnya.

Pemeriksaan terhadap sopir taksi online serta masinis kereta juga akan dilakukan untuk memperjelas kronologi dan tanggung jawab dalam insiden ini.

Selain penyidikan, Polda Metro Jaya juga memberikan pendampingan medis dan psikologis bagi korban serta keluarga yang terdampak.

Polisi turut mengimbau masyarakat untuk tidak menyebarkan foto atau video korban demi menjaga kondisi psikologis keluarga.

"Kami mengimbau masyarakat untuk berhati-hati saat melintas di perlintasan kereta api dan selalu mendahulukan perjalanan kereta," imbaunya.
BERIKUTNYA
SEBELUMNYA
Ikuti kami di Google Berita