Ceramah JK Berujung Laporan, Ustaz Abdul Somad Tulis Pesan Penuh Makna: Sultan Malaka Diusik Portugis

Ceramah JK Berujung Laporan, Ustaz Abdul Somad Tulis Pesan Penuh Makna: Sultan Malaka Diusik Portugis

Gelora News
facebook twitter whatsapp


GELORA.CO -  - Ceramah Wakil Presiden ke-10 dan 12 Jusuf Kalla (JK) menuai sorotan luas. JK dilaporkan ke polisi atas kasus dugaan penistaan agama.

Di tengah ramainya polemik ini, Ustaz Abdul Somad (UAS) mengunggah pesan bernuansa historis.


Di akun @ustadzabdulsomad_official di Instagram, UAS mengunggah foto dirinya bersama JK. Sementara dalam keterangan atau caption unggahan, UAS menuliskan soal sosok orang Bugis yang nenek moyangnya terkenal sebagai penakluk samudra.

Berikut pesan yang ditulis oleh UAS:


Saat Sultan Malaka diusik Portugis
Bugis-Makasar penghapus tangis

Belanda membuang Syaikh Yusuf al-Makassary
Di Afrika da’wah Islam berseri

Di mana kapal orang-orang Bugis-Makasar bersandar
Di sana da’wah berkibar

Bugis-Makasar berdakwah dengan tiga
Ujung Badik, ujung lidah dan ujung pena

Mereka tak pandai berbasa-basi
Dari Jenderal Yusuf, KH Ali Yafi sampai Habibi

Nenek moyang mereka penakluk samudera
Ancaman-ancaman hanya gerimis saja

Ada yang marah
Karena makar tercium sudah

Layangkan senyum tipis merona
Supaya yang marah makin terpesona

Sebelumnya, Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) bersama Pemuda Katolik melaporkan JK ke Polda Metro Jaya pada Minggu (12/4/2026) malam. Laporan tersebut dilayangkan karena pernyataan JK dinilai menimbulkan keresahan di tengah masyarakat. 

Ketua Umum GAMKI, Sahat Martin Philip Sinurat menyebut pihaknya datang ke Polda Metro Jaya mewakili sekitar 19 lembaga Kristen dan organisasi masyarakat.

Menurut Sahat, langkah hukum ini ditempuh agar persoalan yang berkembang tidak semakin liar di ruang publik.

“Kami juga melaporkan kepada Polda Metro Jaya, sehingga kemudian pernyataan ini yang sudah menimbulkan kegaduhan di masyarakat dan di media sosial bisa lebih terarah untuk kemudian diselesaikan secara hukum," ujar dia.

Sementara itu, Juru Bicara JK, Husain Abdullah menilai, laporan tersebut berpeluang menjadi upaya pembungkaman terhadap JK yang belum lama ini menyarankan agar Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi) menunjukkan ijazah aslinya untuk mengakhiri polemik di publik.

“Memang menarik mencermati fenomena munculnya serangan sosmed terhadap Pak JK pasca-pelaporan terkait kasus ijazah Jokowi. Apakah serangan bertubi-tubi itu upaya untuk membungkam Pak JK? Bisa saja benar,” ucap Husain dalam keterangannya, dikutip Rabu (15/4/2026).

Dia menyebut di media sosial banyak pernyataan bahwa pelaporan muncul setelah keluarnya saran JK yang meminta Jokowi menunjukkan ijazah aslinya agar persoalan segera selesai

Sumber: inews 
BERIKUTNYA
SEBELUMNYA
Ikuti kami di Google Berita