GELORA.CO - Badan Gizi Nasional mengatakan lele mentah yang diberikan satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) ke SMA Negeri 2 Pamekasan, Jawa Timur, adalah lele marinasi. Wakil Kepala Badan Gizi Nasional bidang Komunikasi dan Investigasi Nanik Sudaryati Deyang mengatakan lele marinasi dalam menu makan bergizi gratis (MBG) tersebut untuk digoreng saat berbuka puasa.
Nanik mengatakan video yang beredar hanya menampilkan sebagian menu sehingga memunculkan persepsi yang tidak utuh mengenai makanan yang disiapkan oleh SPPG Pamekasan Pademawu Buddagan.
Berdasarkan laporan lapangan, Kata Nanik, paket makanan yang disiapkan oleh SPPG sebenarnya terdiri dari beberapa komponen menu, yakni lele marinasi, tahu dan tempe ungkep, roti pizza, telur rebus, susu full cream, serta buah naga.
“Berdasarkan laporan yang kami terima, menu yang disiapkan SPPG sebenarnya lengkap. Namun dalam video yang beredar hanya terlihat sebagian menu karena pihak sekolah menolak mengeluarkan paket makanan dari kendaraan distribusi,” kata Nanik.
Nanik menegaskan bahwa setiap menu dalam program makan bergizi gratis disusun dengan memperhatikan keseimbangan gizi serta standar keamanan pangan. Karenanya, kata Nanik, setiap laporan atau polemik di lapangan akan ditindaklanjuti melalui koordinasi dan evaluasi guna memastikan pelayanan kepada penerima manfaat tetap berjalan optimal.
“Program MBG menempatkan keamanan pangan dan kualitas gizi sebagai prioritas utama. Kami terus melakukan pemantauan serta evaluasi agar seluruh proses penyiapan hingga distribusi makanan berjalan sesuai standar yang telah ditetapkan,” ujar Nanik.
Sementara itu, ahli gizi SPPG Pamekasan Pademawu Buddagan, Fikri Kuttawakil, menjelaskan bahwa penggunaan lele marinasi dalam menu MBG memiliki pertimbangan gizi dan ketahanan pangan.
“Kenapa kami menggunakan lele marinasi, pertama untuk mencegah berkurangnya gizi di lele itu dan menambah protein di hari itu. Dimarinasi, lele juga bisa bertahan sampai satu hari,” jelas Fikri.
SPPG Pamekasan Pademawu Buddagan diketahui melayani total 3.329 penerima manfaat, yang terdiri dari siswa SMA/SMK/MA, SMP/MTs, PAUD/TK, SLB, tenaga pendidik, serta kelompok ibu hamil, ibu menyusui, dan balita di wilayah tersebut.
Sebelumnya SMA Negeri 2 Pamekasan, Jawa Timur, menolak 1.022 porsi paket makan bergizi gratis yang sedianya dibagikan kepada siswa dan guru, Senin, 9 Maret 2026. Pihak sekolah menolak karena menemukan menu berupa ikan lele yang dikirimkan masih dalam kondisi mentah termarinasi, bahkan ada yang masih hidup.
Kepala SMAN 2 Pamekasan, Moh Arifin, menyatakan penolakan tersebut berlaku untuk jatah MBG selama tiga hari, yakni untuk 9 hingga 11 Maret 2026. Ia menilai kualitas menu MBG yang dikirimkan oleh pihak penyedia tidak layak dan berpotensi membahayakan keselamatan para siswa.
"Penolakan untuk Senin tanggal 9 Maret 2026 untuk jatah MBG 3 hari. Senin, Selasa, Rabu. Jadi ditolak ini ya. Untuk sekali lagi untuk jatah tiga hari ya tanggal 9, 10, 11. (Berisi) dua potong tempe, dua potong tahu dan satu lele mentah ini," kata Arifin dalam video tersebut.
Ia menyesalkan dapur SPPG As-Salman, Desa Buddagan, Kecamatan Pademawu yang dinilai tidak memperhatikan faktor kebersihan makanan. Menurut dia, ikan lele yang dikirimkan dalam kondisi mentah tidak mungkin dikonsumsi para siswa karena akan cepat membusuk.
"Jadi MBG hari ini yang di SMA 2 tidak layak untuk dibagikan ke siswa dan guru. Kenapa? Yang pertama lele yang masih hidup ini diperkirakan jam 12.00 WIB membusuk dan merusak ke [makanan] yang lain. Jadi mohon maaf untuk dapur, sekolah bersikap demi keselamatan anak-anak," ujarnya.
Arifin bahkan mengungkap menemukan lele yang masih hidup ditempatkan dalam wadah yang sama dengan potongan tempe dan tahu ungkep. "Buktiknya masih mentah ya, masih mentah lelenya, bahkan kumis lelenya masih utuh ini yang sangat disesalkan oleh sekolah. Karena terus terang akan menjadi sampah di sekolah karena akan dibuang oleh anak-anak nanti," kata dia.
