GELORA.CO - Iran dengan tegas menolak kemungkinan gencatan senjata dengan Amerika Serikat (AS) dan Israel. Militer siap terus membalas serta menyerang Israel serta pangkalan-pangkalan militer AS.
“Tentu saja, kami tidak mengupayakan gencatan senjata,” kata Ketua DPR Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, dalam posting-an di media sosial X, dikutip Kamis (12/3/2026).
“Kami yakin bahwa agresor harus dihukum dan diberi pelajaran yang bisa mencegah mereka menyerang Iran lagi,” tuturnya, menegaskan.
Ghalibaf menuduh Israel mempraktikkan pola konflik dan diplomasi secara berulang. Namun ujungnya perang tetap terjadi.
Serangan pada Juni 2025 juga dilakukan Israel dan AS saat perundingan nuklir berlangsung. Saat itu Iran terlibat perang 12 hari dengan Israel. Di tengah peperangan tersebut, tepatnya 22 Juni, militer AS melancarkan serangan udara terhadap tiga fasilitas nuklir Iran.
“Rezim Zionis (Israel) secara konsisten melanggengkan siklus kejam ‘perang, negosiasi, gencatan senjata, lalu perang lagi’ sepanjang sejarah yang menjijikkan. Kami akan memutus siklus ini,” ujarnya
Sumber: inews
