Titah Perdana Mojtaba Khamenei: Musnahkan Pangkalan AS, dan Ajak Arab Bersatu

Titah Perdana Mojtaba Khamenei: Musnahkan Pangkalan AS, dan Ajak Arab Bersatu

Gelora News
facebook twitter whatsapp
Titah Perdana Mojtaba Khamenei: Musnahkan Pangkalan AS, dan Ajak Arab Bersatu

GELORA.CO -
Wali Agung Republik Islam Iran Ayatollah Mojtaba Khamenei menyampaikan perintah pertamanya sebagai Pemimpin Tertinggi negara tersebut, Kamis (12/3/2026). Melalui pesan tertulis yang disiarkan melalui saluran resmi di Teheran, Mojtaba Khamenei memerintahkan agar Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) tetap menutup Selat Hormuz selama perang perlawanan balasan terhadap Zionis Israel dan Amerika Serikat (AS) masih berlangsung.

“Pemblokiran (penutupan) Selat Hormuz harus tetap dilakukan,” begitu perintah Mojtaba yang dikutip dari kanal Telegram resmi kantor berita Iran, IRNA News Agency, Kamis (12/3/2026).

Mojtaba juga memerintahkan militer, maupun pejabat-pejabat di Iran, untuk terus melakukan pembalasan terhadap AS dan Zionis. Termasuk kata dia, pembalasan melalui penyitaan aset-aset milik AS dan Zionis sebagai kompensasi atas kehancuran yang dilakukan dua agresor itu terhadap Iran.

“Kami akan memperoleh kompensasi dari perbuatan musuh dengan cara apapun yang akan dilakukan. Jika mereka melawan, kami akan menyita aset-aset mereka sejauh yang kami anggap pantas. Jika yang seperti itu tidak memungkinkan, kami akan menghancurkan aset-aset mereka secara setara,” kata Mojtaba.

Selanjutnya, titah ketiga yang disampaikan Mojtaba menjawab atas kritik, maupun tudingan negara-negara Teluk Arab yang terkena dampak langsung atas perang perlawanan yang dilakukan Iran terhadap Zionis-AS.

Ketiga, Mojtaba menegaskan agar pangkalan-pangkalan militer AS di kawasan harus dibumihanguskan.

“Semua pangkalan AS harus ditutup, atau kami akan terus menyerang mereka,” ujar dia.

Mojtaba juga menyampaikan, Iran tak pernah mencari permusuhan dengan negara-negara di Teluk Arab. Negara-negara Arab, kata Mojtaba merupakan negara karib, sekaligus tetangga yang baik. Iran, kata dia, tak pernah sekalipun berambisi untuk mendominasi kepentingan terhadap negara-negara Arab.

Mojtaba menawarkan persatuan politik dengan negara-negara Arab untuk menghadapi musuh yang sama. “Republik Islam Iran, tidak mencari dominasi atau menjadi kolonial di kawasan ini. Kami sepenuhnya siap, dan mengajak untuk persatuan dan hubungan yang sangat baik, dan hangat, saling menguntungkan dengan semua negara-negara tetangga (Arab),” ujar Mojtaba.

Mojtaba Khamenei, resmi ditunjuk sebagai Wali Agung sekaligus Pemimpin Tertinggi Republik Islam Iran, pada Senin (9/3/2026). Ia menggantikan ayahnya, Ayatollah Ali Khamenei yang syahid bersama isterinya, anak, menantu, dan cucunya saat Zionis-AS menyerang Teheran dengan misil dan rudal Sabtu (28/2/2026) lalu.

Serangan itu, juga menewaskan sejumlah petinggi militer, dan tokoh-tokoh politik penting Iran. Serangan itu, sekaligus membuka peperangan baru Zionis-AS dengan Iran. Hingga Jumat (13/2/2026) perang tersebut sudah memasuki hari ke-13.

Iran bertahan, membalas agresi Zionis-AS dengan mengirimkan drone-drone serbu, menembakkan misil, dan rudal berdaya ledak besar ke wilayah penjajahan Israel di Tanah Palestina. Serangan perlawanan Iran, juga menargetkan pangkalan-pangkalan militer AS yang berada di negara-negara Teluk Arab, seperti di Arab Saudi, Qatar, Kuwait, Bahrain, Uni Emirate Arab, Yordania, juga di Irak.

Pangkalan-pangkalan militer AS di wilayah negara-negara Teluk Arab itu selama peperangan dijadikan basis peluncuran rudal dan misil untuk menyerang Iran. Peperangan saat ini kian membesar setelah faksi bersenjata di Lebanon, Hizbullah, membantu perlawanan Iran dengan menyerang dari sisi utara wilayah penjajahan Zionis Israel di perbatasan Palestina-Lebanon. Militer zionis, pun sampai kini turut membombardir Lebanon sampai ke ibu kota Beirut.
BERIKUTNYA
SEBELUMNYA
Ikuti kami di Google Berita