Setelah Andrie Yunus, Giliran Mahasiswa yang Undang Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto DITEROR

Setelah Andrie Yunus, Giliran Mahasiswa yang Undang Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto DITEROR

Gelora News
facebook twitter whatsapp

GELORA.CO
- Teror sedang menyerang sejumlah aktivis termasuk aktivis KontraS Andrie Yunus dan Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto. 

Tiyo Ardianto menunjukkan sejumlah bukti-bukti chat tak dikenal kepada para mahasiswa yang menjadi panitia diskusi yang mengundang dirinya sebagai narasumber. 

Tentunya isi teror itu begitu kasar dengan nada penuh ancaman. 

BACA JUGA:TEROR! Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras, Kena Bagian Mata dan Dada

Salah satunya:

+62 882-0162-82978

-apa

Oh ini
Yang dialang buat indonesia hancur
Dibayar berapa sampe mau buat jsdi propaganda negeri ini?
Dibayar berapa sama imf?sampe mau buat buzzer pemerintah?
Eum?dibayar berapa?

Tiyo menegaskan dalam dua hari terakhir, teror-teror itu beredar di kalangan mahasiswa yang menjadi panitia diskusi. 

“Dalam dua hari terakhir, saya berdiskusi dengan rekan-rekan di Surabaya. Jumat malam di UIN Sunan Ampel, keesokan paginya di Universitas Katolik Darma Cendekia. Beberapa panitia inti dari dua agenda itu menerima teror dari nomor yang sama. Apa yang jahat dari agenda memperjuangkan perbaikan bangsa sehingga ancaman perlu dilancarkan?” kata Tiyo menegaskan. 

Sebelum kejadian ini, Andri Yunus aktivis KontraS mengalami teror penyiraman air keras. 

Aktivis KontraS Andrie Yunus disimbah air keras oleh individu tak dikenal saat dalam perjalanan di Jakarta Pusat, Kamis malam, 12 Maret 2026.

Peristiwa tersebut terjadi setelah Andrie selesai mengikuti kegiatan perekaman siniar di Kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI).

Berdasarkan informasi yang beredar, korban mengalami luka bakar pada sejumlah bagian tubuh akibat serangan tersebut dan saat ini masih menjalani penanganan medis.

KontraS menyebut ada niat jahat atau Mens Rea di balik tragedi ini.

“Kami menduga penyiraman air keras ini menunjukan ada niat jahat (mens rea) dan persiapan terencana yang matang,” tegas KontraS dalam pernyataannya di akun Instagram resmi. 

Maka, kata KontraS, dalam konteks ini serangan yang ditujukan kepada Andrie adalah upaya sistematis untuk membungkam kebebasan berekspresi.

Serangan itu terjadi setelah Andrie Yunus usai melakukan perekaman siniar (podcast) di Kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum (YLBHI) bertajuk “Remiliterisme dan Judicial Review di Indonesia” yang rampung pada sekitar pukul 23.00 WIB tepatnya di.

Pasca peristiwa itu, Andrie dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan secara medis karena mengalami luka bakar 24%.
BERIKUTNYA
SEBELUMNYA
Ikuti kami di Google Berita