Pengamat: Serangan Air Keras Anggota TNI ke Andrei Yunus adalah Tindak Lanjut Pernyataan Prabowo yang Akan Menertibkan Pengkritik

Pengamat: Serangan Air Keras Anggota TNI ke Andrei Yunus adalah Tindak Lanjut Pernyataan Prabowo yang Akan Menertibkan Pengkritik

Gelora News
facebook twitter whatsapp

GELORA.CO
- Pengamat sekaligus praktisi hukum Firman Tendry Masengi menilai, aksi teror 4 oknum anggota Badan Intelijen Strategis (BAIS) TNI siram air keras kepada aktivis KontraS, Andrei Yunus, adalah bentuk tindak lanjut dari pernyataan Presiden Prabowo.

Beberapa hari sebelum kejadian, sambung dia, ada pernyataan dari Presiden Prabowo yang mengatakan akan menertibkan pengamat tukang kritik pemerintah.

"Yang senang mengkritik pemerintah itu seolah-olah mereka patriot Dan mereka itu akan saya tertibkan,” katanya menirukan pernyataan Prabowo saat menjadi pembicara dalam diskusi bertajuk “Siapa di Balik Penyiraman Air Keras? Menelusuri Aktor Intelektual dalam Serangan terhadap Aktivis KontraS” di Menteng Cleb kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Kamis 19 Maret 2026 sore.

Lebih lanjut Firman Tendry menjelaskan, kalau hal ini ditarik ke dalam bahasa tentara, maka pernyataan itu merupakan perintah.

“Ini kan sinyalemen kedua bahasa tentara. Pak ini perintahnya gitu,” tegasnya.

Firman menambahkan, kalau ada yang mengatakan, penyidikan perkaranya terlalu cepat sebenarnya kejadian ini memang tidak perlu ada penyidikan.

“Karena ini sudah pasti menurut saya ini diprogram, karena beberapa hari sebelumnya ada pernyataan dari Prabowo yang ingin menertibkan pengamat yang senang mengkritik,” katanya menganalisa.

Ia mengungkapkan, teror terhadap pihak-pihak yang mengkritik pemerintah memang masih terjadi. Setelah kejadian menimpa Andrei Yunus, kader PDIP Palti Hutabarat juga merasakan teror.

“Masih ada yang ingat namanya Palti Hutabarat? Iya, yang tinggal di Tangerang itu rumahnya kembali diteror dilemparin bangkai (kepala anjing). Sebelumnya DJ Donny ya kan,” bebernya.

Menurut Firman, teror semacam ini sudah tidak mempan bagi para aktivis ‘98. Sebab mereka sudah pernah melewati satu fase sejarah di mana ketakutan-ketakutan itu tidak lagi bisa menakuti.

“Jadi saya mau pesankan kepada Prabowo dan negeri ini, kami tidak pernah takut dengan teror semacam ini!” tegasnya. ***
BERIKUTNYA
SEBELUMNYA
Ikuti kami di Google Berita