GELORA.CO - Iran merespons ancaman serangan milter Amerika Serikat (AS) terhadap pelabuhan-pelabuhannya di sepanjang Selat Hormuz. Sebelumnya Komando Pusat (Centcom) AS memperingatkan warga sipil Iran untuk meninggalkan pelabuhan-pelabuhan di Selat Hormuz, mengindikasikan serangan besar.
Juru Bicara Angkatan Bersenjata Iran, Abolfazl Shekarchi, mengatakan militernya akan menganggap seluruh pelabuhan di Timur Tengah sebagai target yang sah jika serangan benar-benar terjadi.
"Jika pelabuhan dan dermaga kami terancam, semua pelabuhan dan dermaga di kawasan (Timur Tengah) akan menjadi target yang sah bagi kami," kata Shekarchi, kepada stasiun televisi pemerintah.
Centcom, misi militer AS di Timur Tengah, pekan lalu mengeluarkan peringatan kepada warga sipil Iran untuk menjauh dari pelabuhan-pelabuhan di sepanjang garis pantai Selat Hormuz. Mereka menuduh militer Iran menggunakan pelabuhan sipil di sepanjang Selat Hormuz untuk melakukan serangan.
"Centcom mendesak warga sipil di Iran untuk segera menghindari seluruh fasilitas pelabuhan tempat pasukan Angkatan Laut Iran beroperasi. Pekerja pelabuhan, personel administrasi, dan kru kapal komersial harus menghindari kapal AL Iran dan peralatan militer," bunyi peringatan Centcom.
Disebutkan pula, AL Iran menempatkan kapal dan peralatan militer di dalam pelabuhan sipil, yang mengancam nyawa orang-orang yang tidak bersalah serta pelayaran internasional.
Pelabuhan sipil yang digunakan untuk tujuan militer kehilangan status perlindungan dan bisa menjadi sasaran militer yang sah berdasarkan hukum internasional.
Presiden AS Donald Trump sebelumnya berjanji melenyapkan setiap kapal atau perahu yang berusaha memasang ranjau di Selat Hormuz. Bahkan Trump mengatakan sedang mempertimbangkan agat AS mengambil alih selat tersebut
Sumber: inews
