GELORA.CO - Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dikabarkan tidak ikut serta dalam rapat darurat pemerintahan yang digelar di tengah peningkatan tajam eskalasi perang antara Israel dan Iran. Ketidakhadiran ini langsung memunculkan berbagai spekulasi luas mengenai kondisi kesehatan serta keberadaan dirinya saat ini.
Rapat tersebut berlangsung pada saat situasi keamanan di kawasan semakin memanas karena adanya serangan balasan antara kedua negara. Meski demikian, sejumlah pejabat penting dilaporkan tidak terlihat hadir dalam pertemuan tersebut.
Selain Netanyahu, beberapa nama kunci lain yang disebut absen meliputi Komandan Angkatan Udara Israel Tomer Bar, Kepala Mossad David Barnea, Menteri Keamanan Nasional Itamar Ben-Gvir, serta Iddo Netanyahu yang merupakan saudara dari perdana menteri tersebut.
Menurut laporan dari Opera News pada Sabtu (14/3/2026), ini menjadi kali pertama Benjamin Netanyahu tidak menghadiri pertemuan militer krusial di masa konflik besar seperti sekarang.
Ketidakhadiran para tokoh penting ini segera memicu perdebatan hebat di berbagai platform media sosial. Banyak akun dan sumber media alternatif yang langsung menghubungkannya dengan dugaan adanya serangan dari Iran yang sengaja menyasar para pemimpin tinggi Israel.
Sampai saat ini, pemerintah Israel belum memberikan pernyataan resmi apa pun yang mengonfirmasi adanya korban jiwa di kalangan pejabat tinggi negara tersebut.
Beberapa analis yang dikutip oleh media internasional menekankan bahwa absennya Itamar Ben-Gvir terlihat sangat mencolok.
“Baca Juga: Begini Cara China dan Rusia Bantu Iran Melihat Medan Pertempuran Lawan AS-Israel”
“Ben-Gvir merupakan juru bicara utama Israel, yang secara efektif menjadi suara pemerintah,” demikian tulis seorang analis sebagaimana dikutip The Week pada Minggu (15/3/2026).
Ketiadaan para figur sentral tersebut dari ruang publik dinilai semakin memperkuat rumor yang sedang beredar luas.
Di tengah minimnya informasi resmi dari pihak berwenang, mantan inspektur senjata PBB bernama Scott Ritter membuat pernyataan kontroversial yang langsung menyebar cepat di media sosial.
Dalam pernyataannya yang viral tersebut, Ritter diklaim menyatakan bahwa Itamar Ben-Gvir mengalami luka berat dan Iddo Netanyahu tewas akibat serangan. Namun, klaim ini belum bisa diverifikasi secara independen dan belum ada konfirmasi resmi dari otoritas Israel.
Sebelumnya, pemerintah Israel telah secara tegas membantah rumor mengenai kematian Netanyahu yang sempat beredar beberapa hari lalu, dengan menyebutnya sebagai “berita palsu”.
Hingga artikel ini ditayangkan, kantor perdana menteri belum mengeluarkan pernyataan terbaru terkait ketidakhadiran Netanyahu dalam rapat darurat tersebut.
Kondisi ini semakin menambah ketidakpastian di tengah konflik yang terus memanas di kawasan Timur Tengah. Para pengamat menilai bahwa dalam situasi perang seperti ini, absennya para pengambil keputusan utama dari pandangan publik berpotensi memicu penyebaran disinformasi dan memperburuk situasi keamanan secara keseluruhan.
