GELORA.CO - Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto menerima penyerahan jabatan Kepala Badan Intelijen Strategis (Kabais) TNI yang dijabat Letjen Yudi Abrimantyo. Penyerahan jabatan itu disampaikan imbas pengusutan kasus penyiraman air keras kepada aktivis Kontras Andrie Yunus.
"Jadi kami perlu sampaikan di sini, sebagai bentuk pertanggungjawaban hari ini telah dilaksanakan penyerahan jabatan Kabais," kata Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) Mayjen Aulia Dwi Nasrullah saat jumpa pers di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Rabu (26/3/2026).
Aulia tidak menjelaskan siapa perwira tinggi (pati) TNI yang menduduki posisi Kabais TNI. Republika sudah mencoba mengonfirmasi nama yang disebut-sebut sebagai pengganti Letjen Yudi, namun belum direspons hingga berita ini dimuat.
Informasi yang didapatkan Republika, Kabais TNI saat ini diemban Letjen Richard Taruli Horja Tampubolon. Richard yang sebenarnya menduduki Kepala Staf Umum (Kasum) TNI akan menjadi penjabat sementara (pjs) Kabais TNI.
Richard juga menjadi Wakil Ketua I Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR). Ketika dikonfirmasi Republika terkait posisi pjs Kabais TNI, Richard tidak membalas pesan yang dikirim.
Sedangkan Aulia tidak menjelaskan maksud dari penyerahan jabatan Kabais TNI. Awak media yang hadir sempat menanyakan ulang apakan Kabais TNI diganti oleh pejabat lain, namun ia tidak menjawabnya.
Meski begitu, Aulia menegaskan, institusinya serius dalam melakukan pembenahan internal, terutama bidang penegakan hukum. Menurut dia, upaya revitalisasi internal dibahas dalam rapat koordinasi yang dipimpin Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin dan Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto beserta jajaran di kantor Kementerian Pertahanan, Jakarta Pusat, Rabu siang WIB.
"Rapat koordinasi hari ini membahas tentang revitalisasi internal TNI," kata Aulia. Dia menyebut, revitalisasi internal, terutama di bidang penegakan hukum, dilakukan sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto.
Adapun Pusat Polisi Militer (Puspom) TNI sudah menciduk empat personel Bais yang diduga menjadi penyiram air keras ke aktivis. Mereka adalah Kapten NDP, Lettu SL, Lettu BHW, Serda ES. Hingga saat ini, para pelaku masih dalam proses pemeriksaan tim Puspom TNI.
