GELORA.CO -- Eskalasi konflik di Timur Tengah, yakni perang antara aliansi AS-Israel melawan Iran terus terjadi.
Pada Sabtu (14/3/2026), Angkatan Darat Republik Islam Iran secara resmi mengumumkan dimulainya operasi serangan drone skala luas yang menargetkan jantung pertahanan intelijen Israel, yaitu Unit 8200 yang legendaris, serta markas direktorat intelijen militer Israel, Aman.
Serangan Balasan ke Jantung Intelijen Israel
Operasi yang dimulai pada Sabtu dini hari ini sudah menyasar pusat pemrosesan data strategis milik Unit 8200 dan pangkalan jet tempur Israel di wilayah pendudukan.
Teheran menegaskan bahwa serangan ini merupakan bagian dari aksi pembalasan atas tewasnya Ayatollah Ali Khamenei dan sejumlah komandan militer senior dalam kampanye militer masif AS-Israel pada 28 Februari lalu.
"Para prajurit kami akan menggunakan seluruh kemampuan yang ada untuk membalas darah warga negara dan komandan kami yang gugur," demikian pernyataan resmi Angkatan Darat Iran dikutip dari media pemerintah Iran, Tasnim News.
Peringatan Keras untuk UEA: Pelabuhan Utama Jadi Sasaran
Di saat yang sama, ketegangan meluas hingga ke Uni Emirat Arab (UEA).
Iran mengeluarkan peringatan keras kepada warga sipil di UEA untuk segera menjauhi zona pelabuhan utama.
Surat edaran yang disebarkan melalui kanal yang berafiliasi dengan aparat keamanan Iran menunjuk tiga titik krusial yang dianggap sebagai target serangan balasan, yakni:
Port of Jebel Ali (Dubai)
Khalifa Port (Abu Dhabi)
Port of Fujairah (Fujairah)
Ancaman ini bukan sekadar gertakan.
Laporan menunjukkan bahwa serangan rudal dan drone Iran selama dua minggu terakhir di UEA telah menelan korban jiwa sebanyak 6 orang dan menyebabkan 141 orang terluka, mayoritas merupakan warga sipil.
Serangan sebelumnya bahkan sempat memicu kebakaran besar di Pelabuhan Fujairah pada 3 Maret lalu setelah intersepsi drone.
Ancaman terhadap Nadi Ekonomi Global
Sebelumnya pelabuhan Fujairah di Uni Emirat Arab menjadi sasaran serangan drone.
Kebakaran juga terjadi di pelabuhan setelah sebuah drone dicegat oleh pertahanan udara pada tanggal 3 Maret, menurut laporan Kantor Media Fujairah.
Pelabuhan ini terletak di lokasi penting di Teluk Oman, sekitar 70 mil dari Selat Hormuz.
Situasi di Fujairah menjadi perhatian dunia karena pelabuhan ini merupakan salah satu pusat layanan maritim terbesar dunia yang terletak di Teluk Oman.
Sebagai titik vital yang menampung lebih dari 12.000 kapal per tahun dan menjadi terminal akhir Jalur Pipa Minyak Mentah Abu Dhabi (kapasitas 1,8 juta barel per hari), gangguan di sini dapat melumpuhkan distribusi energi global yang sudah tertekan akibat krisis di Selat Hormuz.
Serangan ini menunjukkan bahwa Iran tidak hanya menyasar target militer, tetapi juga mulai menyasar pusat-pusat ekonomi vital di negara-negara Teluk yang dianggap berafiliasi dengan operasi militer Amerika Serikat.
Kepanikan kini menyelimuti warga di wilayah-wilayah ekonomi penting tersebut seiring dengan janji Teheran untuk terus melanjutkan operasi balasan tanpa batas waktu.
Selain pelabuhan, Iran juga menargetkan berbagai lokasi lain, termasuk bandara, hotel, gedung bertingkat tinggi, pusat ekonomi, serta fasilitas minyak di negara tersebut
Sumber: Wartakota
